Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiHukumInformatikaRagam Daerah

OJK Gandeng Penyuluh Agama Lawan Pinjol Ilegal, ToT Edukasi Keuangan Digelar di Ciamis

121
×

OJK Gandeng Penyuluh Agama Lawan Pinjol Ilegal, ToT Edukasi Keuangan Digelar di Ciamis

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menyampaikan sambutannya dalam kegiatan penyuluhan agama, Rabu(8/4/2026). (Foto:Krist)

Ciamis//secondnewsupdate.co.id –Ancaman pinjaman online ilegal dan investasi bodong masih menghantui masyarakat. 

Untuk menekan risiko tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggagas strategi baru dengan menjadikan penyuluh agama sebagai ujung tombak edukasi keuangan.

Example 300x600

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Edukasi Keuangan bagi penyuluh agama se-Kabupaten Ciamis yang digelar di Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Rabu (8/4/2026).

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa penyuluh agama dipilih karena memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan tinggi dari masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat kepada penyuluh sangat tinggi. Karena itu, pesan tentang kewaspadaan terhadap keuangan ilegal akan lebih cepat diterima jika disampaikan melalui mereka,” ujarnya.

Menurut Nofa, melalui program ToT ini para penyuluh didorong menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Dengan jangkauan luas melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian dan majelis taklim, diharapkan tercipta efek berantai (multiplier effect) dalam peningkatan kesadaran finansial.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan membedakan lembaga jasa keuangan legal dan ilegal. 

Ciri-ciri pinjol ilegal juga dibahas secara rinci, mulai dari tidak memiliki izin OJK, bunga tinggi yang tidak wajar, metode penagihan yang mengancam, hingga permintaan akses data pribadi seperti seluruh kontak di ponsel.

Program ToT ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Tasikmalaya. 

Hasilnya dinilai positif, di mana masyarakat mulai aktif berkonsultasi kepada penyuluh sebelum mengambil keputusan terkait pinjaman atau investasi.

“Artinya, penyuluh sudah mulai berperan sebagai filter informasi bagi masyarakat,” tambah Nofa.

Ke depan, OJK berharap para penyuluh dapat rutin menyisipkan materi edukasi keuangan dalam setiap ceramah. 

Pesan sederhana seperti pentingnya mengecek legalitas sebelum bertransaksi atau tidak sembarangan membagikan data pribadi dinilai mampu mencegah masyarakat terjerat praktik keuangan ilegal.

Selain itu, penyuluh juga didorong untuk aktif dalam kampanye “Waspada Investasi” dan “Stop Pinjol Ilegal” yang telah disiapkan OJK melalui berbagai materi edukasi, seperti flyer dan video pendek yang mudah disebarluaskan melalui media sosial maupun grup WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ciamis, Asep Lukman Hakim, menegaskan dukungan penuh terhadap program ini.

Menurutnya, edukasi keuangan sejalan dengan nilai-nilai agama yang mengajarkan pengelolaan harta secara bijak.

“Ajaran agama menekankan pentingnya tidak boros, tidak melakukan praktik riba, tidak menipu, serta menjaga harta dengan baik. Edukasi ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus membantu mereka mengamalkan nilai-nilai agama dalam pengelolaan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. (Krist)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600