Tasikmalaya// secondnewsupdate.co.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko lembaga jasa keuangan (LJK) di wilayah Priangan Timur sebagai upaya menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Penguatan tersebut menjadi fokus OJK di tengah tantangan kualitas kredit dan dinamika ekonomi regional. Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa seluruh LJK harus mampu beradaptasi dengan berbagai risiko yang berkembang.
“Kita harus memastikan LJK di Jawa Barat mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada, khususnya terkait kualitas kredit atau pembiayaan serta pengelolaan risiko,” ujar Darwisman, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data OJK, pertumbuhan ekonomi Priangan Timur pada 2025 tercatat 4,42 persen, masih berada di bawah capaian nasional 5,04 persen dan Provinsi Jawa Barat 5,20 persen pada triwulan III.
Menurut Nofa, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pembiayaan produktif masyarakat dan pelaku usaha.
“OJK Tasikmalaya berkomitmen mendorong peningkatan kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi sektor jasa keuangan guna memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat,” katanya.
Di tengah tantangan ekonomi, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah di Priangan Timur masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Total aset tercatat sebesar Rp3,56 triliun, tumbuh 3,81 persen year on year (yoy).
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp2,51 triliun atau tumbuh 2,71 persen yoy, sementara penyaluran kredit mencapai Rp2,81 triliun, meningkat 5,62 persen yoy.
OJK Tasikmalaya juga mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Priangan Timur mencapai Rp5,73 triliun dengan total 122.833 debitur.
Kabupaten Garut menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp1,69 triliun untuk 29.426 debitur, disusul Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp1,24 triliun dengan 28.266 debitur.
Dari sisi pasar modal, minat masyarakat Priangan Timur terhadap investasi terus meningkat.
Jumlah Single Investor Identification (SID) saham tercatat 66.940, tumbuh 17,35 persen yoy. SID reksa dana mencapai 61.755 atau tumbuh 16,32 persen yoy, sementara SID Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 2.610, tumbuh 21,66 persen yoy.
Dengan berbagai capaian tersebut, OJK Tasikmalaya menegaskan akan terus memperkuat pengawasan, tata kelola, serta manajemen risiko LJK agar sektor jasa keuangan tetap stabil dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Priangan Timur. (Krist)
















