Boyolali, Jateng | secondnewsupdate.co.id – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bati Bhakti TNI Koramil 13/Nogosari, Kodim 0724/Boyolali, Peltu Joko Wibowo, menggelar patroli malam sekaligus komunikasi sosial (komsos) bersama warga di Dukuh Dadi Mulyo, Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Minggu malam (12/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.
Dalam patroli itu, Joko berdialog langsung dengan Wandi, salah seorang warga setempat. Melalui komunikasi yang berlangsung akrab, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif.
Joko juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam secara bergiliran. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan merupakan salah satu langkah penting untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan mencegah tindak kriminalitas.
“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan kondusif,” demikian imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain masalah keamanan, Joko juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah, daun kering, maupun material lainnya secara sembarangan.
Terlebih pada musim kemarau, api yang tidak terkendali berpotensi merembet dengan cepat dan memicu kebakaran yang dapat mengancam rumah warga serta lingkungan sekitar.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan indikasi kebakaran.
Patroli malam dan komunikasi sosial ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Melalui semangat gotong royong, ronda malam yang aktif, serta kepedulian terhadap bahaya kebakaran, berbagai potensi gangguan keamanan dan risiko bencana di lingkungan permukiman dapat diantisipasi sejak dini. (Agus Kemplu)
