BeritaRagam DaerahTeknologi

Pembangunan JDU Rancamanyar-Rancamulya Capai 50 Persen, Tirta Raharja Targetkan 1.000 Sambungan Rumah Baru

115
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, H. Teddy Setiabudhi, mengatakan proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang semakin meningkat, khususnya di wilayah padat penduduk.

Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id –
Perumda Air Minum Tirta Raharja terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah dikebut adalah pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) baru di wilayah Desa Rancamanyar dan Desa Rancamulya, Kecamatan Baleendah.

Proyek infrastruktur air bersih tersebut saat ini telah mencapai progres 50 persen hingga awal Mei 2026.

Pembangunan JDU ini menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Raharja dalam memperluas cakupan layanan air minum aman dan berkelanjutan bagi warga.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, H. Teddy Setiabudhi, mengatakan proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang semakin meningkat, khususnya di wilayah padat penduduk.

“Memang saat ini Perumda Air Minum Tirta Raharja sedang melaksanakan pembangunan Jaringan Distribusi Utama baru yang akan melayani area Desa Rancamanyar dan Desa Rancamulya, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung,” ujar Teddy saat ditemui usai Rapat Koordinasi persiapan Porprov XV di Kutawaringin, Selasa (12/5/2026).

Sejumlah pekerja lengkap dengan APD tengah mengerjakan JDU di area pemasangan desa Rancamanyar dan Rancamulya, kemarin.

Menurut Teddy, total panjang jaringan yang tengah dibangun mencapai sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut nantinya ditargetkan mampu melayani hingga 1.000 sambungan rumah (SR) baru.

“Targetnya, jaringan ini mampu melayani sambungan rumah baru sebanyak 1.000 SR,” katanya.

Ia menegaskan, proyek JDU tersebut bukan sekadar pembangunan jaringan pipa biasa, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan air minum sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak konsumsi.

Dengan hadirnya jaringan baru ini, warga di dua desa tersebut diharapkan dapat menikmati distribusi air bersih yang lebih stabil, rutin, dan terjamin kualitasnya.

Sementara itu, Humas Perumda Air Minum Tirta Raharja, Harry Faisal, menjelaskan proses pembangunan telah dimulai sejak awal April 2026.

Sebelum pengerjaan dimulai, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah desa setempat guna memastikan proyek berjalan lancar.

“Sebelum turun ke lapangan, kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga dan pemerintah desa setempat. Tujuannya agar pelaksanaan proyek berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ujar Harry.

Menurutnya, pembangunan JDU di Rancamanyar dan Rancamulya merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan pemerataan akses air bersih hingga ke wilayah pedesaan.

“Ini adalah upaya konkret kami dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih yang layak konsumsi. Strategi ini dilakukan agar layanan Tirta Raharja semakin merata hingga ke wilayah desa,” tambahnya.

Dalam proses konstruksi, Perumda Tirta Raharja juga menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat. Hal tersebut terlihat dari penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga pemasangan papan informasi proyek sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.

Harry berharap proyek ini dapat segera rampung sesuai target sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan warga.

“Harapan kami, jaringan ini bisa segera berfungsi maksimal, memberi manfaat jangka panjang, dan meningkatkan kualitas hidup warga di Rancamanyar maupun Rancamulya,” tuturnya.

Perumda Tirta Raharja pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur air minum yang telah dibangun agar layanan dapat berjalan optimal tanpa gangguan.

Dengan proyek ini, Perumda Tirta Raharja optimistis pemerataan akses air bersih di Kabupaten Bandung akan semakin meningkat, sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan layanan air minum yang berkualitas dan berkelanjutan. (Apih)

Exit mobile version