BeritaRagam Daerah

Pemkab Bandung Bidik Pengiriman 450 Ton Sampah per Hari ke Legok Nangka, Fasilitas Cicukang Masih Berproses

114
Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan sejumlah alternatif penanganan sampah secara bertahap, baik melalui penyediaan fasilitas maupun peningkatan kapasitas pengolahan.

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius. 

Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah mengirimkan sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dengan target kapasitas hingga 450 ton per hari.

Upaya tersebut dilakukan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Hingga kini, Kabupaten Bandung juga belum memiliki tempat pemrosesan akhir sampah yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan sejumlah alternatif penanganan sampah secara bertahap, baik melalui penyediaan fasilitas maupun peningkatan kapasitas pengolahan.

Selain menjajaki kerja sama pengiriman sampah ke TPPAS Legok Nangka, Pemkab Bandung berharap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di kawasan Cicukang dapat segera terealisasi.

“Untuk fasilitas di Cicukang, saat ini masih dalam proses melengkapi persyaratan yang diperlukan. Kami berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi sehingga dapat membantu penanganan sampah di Kabupaten Bandung,” ujar Ruli, Senin (12/10/2026).

Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Sumbernya

Menurut Ruli, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah kapasitas pengangkutan dan menyediakan fasilitas pengolahan. 

Kesadaran serta keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya juga menjadi faktor penting.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan perilaku hidup bersih dengan menjaga lingkungan sekitar.

Penumpukan sampah yang tidak tertangani berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari gangguan kesehatan, risiko banjir akibat saluran air tersumbat, hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Dampaknya bukan hanya terhadap kesehatan, tetapi juga bisa memicu banjir dan mengganggu aktivitas ekonomi maupun pendidikan,” katanya.

Pembakaran Sampah Juga Jadi Perhatian

Selain persoalan pembuangan sampah, DLH Kabupaten Bandung turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.

Asap pembakaran dapat mencemari udara dan memicu gangguan pernapasan. Sementara itu, pembakaran sampah di sekitar lahan terbuka maupun kawasan hutan berisiko memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, DLH Kabupaten Bandung terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah, termasuk di lingkungan sekolah dan rumah sakit.

Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sesuai kemampuan serta fasilitas yang tersedia.

Infrastruktur dan Kesadaran Masyarakat Harus Berjalan Beriringan

Pemkab Bandung berharap pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah dapat berjalan seiring dengan peningkatan partisipasi masyarakat. 

Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya berfokus pada pengangkutan dan pengolahan setelah terjadi penumpukan, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dari sumbernya.

Ruli menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah dan masyarakat.

“Mari kita jaga lingkungan dari tumpukan sampah. Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version