AgamaBeritaEntertainmentGaya hidupInformatikaPendidikanRagam Daerah

Pemkab Tangerang dan PCNU Kick-Off Hari Jadi ke-394 dan Hari Santri 2026, Siapkan Beasiswa hingga Santunan 1.000 Anak Yatim

115
Bupati Kabupaten Tangerang Banten, Mochamad Maesyal Rasyid, (Kanan) secara simbolis menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, Makhmud Jumhur, dalam memperingati rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan doa bersama dan istigasah.

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang resmi mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan doa bersama dan istigasah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Pendopo Bupati Tangerang, diisi dengan Khotmil Qur’an 30 juz, zikir, istigasah, dan doa bersama untuk mengenang jasa para pendiri serta mantan Bupati Tangerang yang telah wafat. Jumat (2/10/2026).

Doa juga dipanjatkan demi keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.

Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Muhammadiyah, serta badan otonom PCNU.

Kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh peserta dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebagai wujud kebersamaan dalam mengawali momentum hari jadi daerah dan peringatan Hari Santri Nasional.

Maesyal mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Menurutnya, doa bersama menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Hari ini kita mengawali rangkaian HUT Kabupaten Tangerang ke-394 dengan berdoa dan beristigasah. Bukan hanya untuk kita yang hadir di sini, tetapi mendoakan seluruh masyarakat di 29 kecamatan agar senantiasa dalam keadaan sehat, damai, dan sejahtera,” ujar Maesyal.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan, persatuan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.

Kehadiran tokoh lintas agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu, bersama organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU, dinilai mencerminkan semangat persatuan dalam membangun daerah.

“Kabupaten Tangerang adalah daerah yang multi-umat dan multi-keyakinan. Kita harus saling menghormati, rukun, dan saling merangkul. Pemkab Tangerang berkomitmen untuk selalu memfasilitasi hak beribadah seluruh umat beragama sesuai dengan Pancasila dan undang-undang,” tegasnya.

Pemkab Siapkan Hiburan Gratis hingga Beasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Maesyal turut memaparkan sejumlah program prioritas yang disiapkan Pemkab Tangerang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kabupaten Tangerang Banten Mochamad Maesyal Rasyid, dalam sambutannya dirinya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Salah satunya, penyediaan berbagai sarana hiburan dan wahana gratis bagi masyarakat di Alun-Alun Tigaraksa selama sepekan penuh. 

Pemkab juga menjadwalkan kegiatan pengajian serta santunan bagi 1.000 anak yatim pada Kamis (8/10/2026).

Di bidang pendidikan, Pemkab Tangerang terus merumuskan dan memperluas jangkauan program beasiswa secara bertahap.

Sasaran program tersebut meliputi siswa SD dan SMP swasta, Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga beasiswa jenjang sarjana (S1) bagi guru madrasah dan guru agama yang direncanakan pada 2027.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang.

PCNU Hadirkan Rangkaian Kegiatan Hari Santri

Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, Makhmud Jumhur, menjelaskan bahwa doa bersama dan istigasah menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dan Hari Santri Nasional 2026.

Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung khidmat dan melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut.

“Alhamdulillah, acara berlangsung sangat khidmat. Kita memanjatkan doa untuk para leluhur dan pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Tangerang, serta mendoakan para pimpinan daerah agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketaatan dalam berkhidmat kepada umat,” tutur Jumhur.

Ia menambahkan, PCNU Kabupaten Tangerang berupaya agar peringatan Hari Santri tidak hanya diisi kegiatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hari Santri PCNU Kabupaten Tangerang, Ujang Sidik, memaparkan bahwa rangkaian kegiatan HSN 2026 berlangsung mulai 2 hingga 25 Oktober 2026.

Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari bidang olahraga dan seni, edukasi, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di bidang olahraga dan seni, panitia menggelar Liga Santri, Festival Hadroh, serta lomba cerdas cermat IPPNU. 

Sementara di bidang edukasi dan sosial, sejumlah kegiatan yang diagendakan meliputi Seminar Fikih Wanita dan Kesehatan Reproduksi, edukasi pencegahan stunting, pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Bahtsul Masail, serta Gerakan Santri Makan Ikan.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, PCNU juga menyiapkan Gebyar UMKM dan Literasi Keuangan Syariah yang melibatkan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), BPR, dan LKM.

Program ini diarahkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat prasejahtera sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan dan mengurangi ketergantungan terhadap praktik rentenir.

Adapun puncak Gebyar Hari Santri Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Kantor PCNU Kabupaten Tangerang.

Ujang menegaskan, peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang kontribusi santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan bangsa.

“Perjuangan santri memiliki rekam jejak sejarah yang luar biasa bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Momentum Hari Santri ini menjadi sarana sinergi antara pemerintah dan ulama demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya. (Dia)

Exit mobile version