KesehatanRagam Daerah

Pemkot Bandung Luncurkan Layanan Psikolog Klinis di 12 Puskesmas, Akses Kesehatan Mental Kini Lebih Mudah

117
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, saat memberikan sambutannya dalam acara Launching Pelayanan Phisikolog Klinis

Kota Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan layanan psikolog klinis di 12 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.

Program ini menjadi langkah konkret Pemkot Bandung dalam memperkuat akses layanan kesehatan mental yang lebih mudah dijangkau masyarakat.Peluncuran layanan tersebut digelar di Kota Bandung dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam, Ketua IPK Jawa Barat Amalia, Direktur RSUD Kota Bandung, para kepala puskesmas, organisasi profesi psikologi, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat.Dalam sambutannya, Muhammad Farhan menegaskan bahwa isu kesehatan mental kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga persoalan keluarga yang berdampak pada kondisi psikologis warga.“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Kehadiran layanan psikolog klinis di puskesmas ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, mudah diakses, dan humanis,” ujar Farhan. Selasa (12/5/2026).

Ia menilai, selama ini masyarakat masih kerap menganggap konsultasi psikolog hanya bisa dilakukan di rumah sakit besar atau klinik khusus dengan biaya relatif tinggi. 

Padahal, persoalan kesehatan mental perlu penanganan sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam menjelaskan layanan psikolog klinis di 12 puskesmas tersebut dihadirkan agar masyarakat bisa memperoleh konsultasi psikologis secara cepat, profesional, dan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan primer.“Layanan ini mencakup konsultasi kesehatan mental, pendampingan psikologis anak dan remaja, penanganan stres, kecemasan, depresi ringan, persoalan keluarga, hingga edukasi kesehatan jiwa bagi masyarakat umum,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan psikolog klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan bagian dari strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bandung.

Para psikolog klinis nantinya akan bekerja secara kolaboratif bersama dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lebih menyeluruh.Sebanyak 12 puskesmas dipilih sebagai tahap awal implementasi berdasarkan kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, dan tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Pemkot Bandung menargetkan layanan serupa dapat diperluas secara bertahap ke seluruh puskesmas di Kota Bandung agar akses layanan kesehatan mental semakin merata.

Ketua IPK Jawa Barat, Amalia, turut mengapresiasi inovasi layanan tersebut. Ia menilai kehadiran psikolog klinis di puskesmas sangat membantu masyarakat, khususnya perempuan, anak, serta keluarga yang membutuhkan pendampingan psikologis lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak ragu memanfaatkan layanan psikolog klinis yang kini tersedia lebih dekat melalui puskesmas,” katanya.

Acara launching ditutup dengan peninjauan ruang layanan psikolog klinis, dialog interaktif bersama tenaga psikolog, serta sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat.Program ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat Kota Bandung yang sehat secara fisik dan mental, sekaligus memperkuat visi Kota Bandung sebagai kota yang unggul, nyaman, dan sejahtera. (Burhan)

Exit mobile version