Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia) dengan mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).
Program ini merupakan inisiatif Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mengedepankan pembelajaran nonformal berbasis pemberdayaan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi. Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menyebut Selantang sebagai inovasi penting untuk memastikan lansia tetap sehat, mandiri, dan berperan aktif di masyarakat.
“Sekolah Lansia Tangguh merupakan pendidikan nonformal dari BKKBN yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap berdaya,” ujar Fitriani.

Ia menjelaskan, Selantang mengusung konsep tujuh dimensi lansia berkualitas, yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, sosial, hingga kemandirian ekonomi.
Melalui pendekatan tersebut, program ini diharapkan mampu menciptakan lansia yang SMART—Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat—serta tangguh menghadapi tantangan usia lanjut.
Program Selantang di Kota Cimahi menyasar lansia yang masih memiliki keluarga dan tergabung dalam Bina Keluarga Lansia (BKL).
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan keterampilan yang tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi.
“Lansia tetap bisa produktif melalui keterampilan yang diajarkan. Mereka dilatih agar mandiri, mampu menjaga kesehatannya, tidak sepenuhnya bergantung pada orang lain, bahkan hasil keterampilannya dapat dipasarkan,” ungkapnya.
Saat ini, Selantang di Kota Cimahi masih berstatus program percontohan.
Hingga kini, telah berdiri empat Sekolah Lansia Tangguh, yakni Selantang Budi Luhur, Pasirkaliki, Cigugur (Mawar Merah), serta Cimahi Utara (KTM Ceria).
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, di antaranya Puskesmas untuk layanan kesehatan lansia dan PUSPAGA untuk pendampingan psikologis dan sosial.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan lansia terpenuhi secara menyeluruh.
Fitriani menambahkan, dari sisi psikososial, aktivitas berkumpul dan bersosialisasi yang difasilitasi Selantang dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif pada lansia.
“Melalui Sekolah Lansia Tangguh, kami mendorong pemberdayaan lansia berbasis masyarakat. Harapannya, lansia Cimahi bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, produktif, dan bahagia bersama keluarga serta lingkungannya,” pungkasnya. (Bagdja)
















