Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
KesehatanRagam Daerah

Penguatan Pelayanan Kesehatan Melalui Dana BOK 2025, Warga Banjarwangi Sampaikan Harapan

220
×

Penguatan Pelayanan Kesehatan Melalui Dana BOK 2025, Warga Banjarwangi Sampaikan Harapan

Sebarkan artikel ini
UPT Puskesmas Banjarwangi

SNU//Banjarwangi, Garut – Sejumlah warga Kecamatan Banjarwangi, Garut, menyampaikan berbagai harapan terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah selatan Garut menyusul mulai bergulirnya Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2025.

Bagi masyarakat, BOK menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di Puskesmas, terutama program promotif dan preventif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. 

Example 300x600

Di Kecamatan Banjarwangi, tantangan geografis yang luas dan sebagian wilayah yang sulit dijangkau membuat peran BOK semakin strategis.

Warga menilai bahwa program-program yang dibiayai melalui BOK bukan hanya membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, tetapi juga berperan besar dalam mendeteksi dini berbagai risiko kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, balita, serta kelompok rentan.

Salah seorang warga berinisial A menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di wilayahnya masih perlu diperkuat agar masyarakat di seluruh desa mendapatkan layanan secara merata. Sabtu (13/12/2025).

“Kami berharap program yang dibiayai Dana BOK dapat lebih merata ke seluruh desa. Posyandu aktif, penyuluhan kesehatan, dan kunjungan rumah sangat dibutuhkan,” ujar A.

Menurut warga, kebutuhan terhadap layanan kesehatan berbasis masyarakat semakin meningkat karena masih terdapat sejumlah kasus kesehatan yang memerlukan perhatian, seperti stunting, penyakit menular, dan rendahnya cakupan layanan kesehatan dasar di beberapa titik.

Melalui berbagai masukan yang dihimpun, warga Banjarwangi menyampaikan lima harapan utama terkait pemanfaatan Dana BOK 2025:

1. Peningkatan frekuensi kegiatan Posyandu, termasuk pendampingan lebih intensif bagi ibu hamil, balita, dan keluarga dengan risiko kesehatan.

2. Perluasan edukasi kesehatan masyarakat, terutama mengenai stunting, imunisasi, gizi seimbang, dan pencegahan penyakit menular.

3. Layanan jemput bola ke wilayah terpencil, mengingat kondisi geografis Banjarwangi yang cukup menantang.

4. Transparansi pelaksanaan program, sehingga alokasi dan pelaksanaan kegiatan BOK dapat diketahui secara terbuka.

5. Respons cepat terhadap kasus kesehatan, termasuk penanganan penyakit yang berpotensi menimbulkan dampak luas di masyarakat.

Masyarakat Banjarwangi berharap masukan ini dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan BOK 2025, sehingga pelayanan kesehatan di wilayah selatan Garut semakin merata, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. 
Dengan penguatan layanan melalui Dana BOK, warga optimistis kualitas kesehatan masyarakat Banjarwangi dapat terus meningkat. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600