Bandung/secondnewsupdate.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Jawa Barat resmi mengukuhkan jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026-2031.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Balai Kota Bandung, dengan mengusung tema “Sinergi Rantau dan Ranah dalam Menguatkan Ekonomi dan Budaya Minangkabau.” Sabtu (30/5/2026),.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Minangkabau di perantauan untuk memperkuat peran organisasi dalam bidang ekonomi, sosial, dan pelestarian budaya.
Acara dihadiri Ketua Umum DPP Gebu Minang, Hosman Sapta, Ketua DPD Gebu Minang Jawa Barat terpilih, Mulya Dt. Rajo Intan, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, unsur Kodam III/Siliwangi, Polrestabes Bandung, Pemerintah Kota Bandung, serta para tokoh masyarakat Minangkabau dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Hosman Sapta menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru DPD Gebu Minang Jawa Barat.
Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi Gebu Minang sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau sekaligus penggerak pembangunan ekonomi dan budaya.
“Pengukuhan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran Gebu Minang sebagai rumah besar masyarakat Minangkabau di perantauan. Organisasi ini harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, sosial, dan budaya yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hosman mengungkapkan, saat ini Gebu Minang telah memiliki kepengurusan di 27 provinsi di Indonesia.
Hal tersebut menunjukkan kuatnya semangat persatuan masyarakat Minangkabau dalam menjaga identitas budaya sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus memperkuat jaringan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Kita harus terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Gebu Minang Jawa Barat periode 2026-2031, Mulya Dt. Rajo Intan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gebu Minang sebagai organisasi yang inklusif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kepengurusan baru akan fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan pelaku UMKM, pengembangan generasi muda Minangkabau, serta pelestarian adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Minang.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama. Kami ingin menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan mampu memperkuat daya saing warga Minangkabau di Jawa Barat,” ujar Mulya.
Ia juga mengajak seluruh perantau Minangkabau di Jawa Barat untuk menjaga persatuan serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun organisasi yang lebih kuat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bidang ekonomi dan pariwisata.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah dalam mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan sektor pariwisata.
Kerja sama itu diharapkan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mempererat hubungan budaya antara masyarakat Sumatera Barat dan Jawa Barat.
Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh pengurus serta tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam memajukan organisasi ke depan.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru DPD Gebu Minang Jawa Barat periode 2026-2031, organisasi tersebut diharapkan semakin aktif berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya Minangkabau, serta menjadi jembatan sinergi antara ranah dan rantau demi kemajuan bersama. (Burhan).
