BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Perempuan Melek Politik Jadi Kunci Keluarga Berkualitas, Bakesbangpol Kota Bandung Libatkan 220 Kader PKK

113
Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mendorong peningkatan literasi politik bagi perempuan sebagai fondasi membangun keluarga berkualitas dan masyarakat yang demokratis.

Bandung/ secondnewsupdate – Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mendorong peningkatan literasi politik bagi perempuan sebagai fondasi membangun keluarga berkualitas dan masyarakat yang demokratis.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Pendidikan Politik Tahun 2026 bertema “Peran Perempuan Cerdas Politik dalam Membangun Keluarga Berkualitas” yang digelar di Grand Asrilia Hotel Convention, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 220 peserta yang didominasi kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dari berbagai wilayah di Kota Bandung.

Kehadiran para kader PKK dinilai strategis lantaran mereka merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan keluarga, pendidikan anak, hingga pemberdayaan perempuan di lingkungan masyarakat.

Kepala Bakesbangpol Kota Bandung, H. Andri Darusman, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Andri menegaskan bahwa pendidikan politik bagi perempuan tidak hanya dimaknai sebatas partisipasi saat pemilu atau pencoblosan, tetapi lebih jauh menyangkut pembentukan kesadaran kritis dalam kehidupan sehari-hari.

“Perempuan memiliki peran sentral dalam keluarga. Ketika seorang ibu memiliki wawasan politik yang baik, maka ia akan lebih cermat dalam mengambil keputusan, memahami kebijakan publik, dan menanamkan nilai demokrasi kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan yang cerdas secara politik juga akan lebih aktif dalam mengawal berbagai program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan kesejahteraan keluarga.

Andri berharap forum ini menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi perempuan di Kota Bandung untuk semakin percaya diri mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Literasi politik yang baik akan menciptakan perempuan yang tidak mudah terprovokasi isu menyesatkan, lebih bijak dalam menyaring informasi, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan kota,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kota Bandung, Nani Dwiyani, selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat partisipasi politik perempuan melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Menurut Nani, penguatan kapasitas perempuan di bidang politik menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan hoaks, polarisasi, hingga rendahnya literasi publik terhadap kebijakan pemerintah.

“Perempuan harus menjadi agen perubahan, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Dari rumah tangga yang sehat secara komunikasi dan demokratis, akan lahir masyarakat yang lebih matang secara politik,” jelasnya.

Acara inti dikemas dalam format diskusi panel interaktif yang menghadirkan dialog dua arah antara narasumber dan peserta.

Format ini mendapat respons positif karena memungkinkan peserta bertanya langsung terkait isu-isu aktual, termasuk dampak kebijakan publik terhadap ketahanan keluarga, pendidikan anak, serta pemberdayaan ekonomi perempuan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, yang memberikan apresiasi atas inisiatif Bakesbangpol dalam memperkuat pendidikan politik berbasis keluarga.

Ia menilai keterlibatan perempuan dalam politik akan membawa perspektif yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan sosial.

“Perempuan memiliki sensitivitas tinggi terhadap persoalan sosial. Kehadiran mereka dalam ruang pengambilan kebijakan sangat penting agar pembangunan lebih menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujar Asep.

Hadir pula Anggota DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, yang berbagi pengalaman sebagai legislator perempuan. Ia menekankan pentingnya perempuan memahami sistem politik agar mampu mengawal aspirasi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Selain pejabat daerah, kegiatan ini juga menghadirkan akademisi yang membahas perspektif sosiologi politik.

Dalam paparannya, para narasumber menyoroti bagaimana kecerdasan politik seorang ibu dapat membentuk generasi muda yang demokratis, toleran, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.

Melalui kegiatan pendidikan politik ini, Bakesbangpol Kota Bandung optimistis dapat meningkatkan kualitas demokrasi lokal sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan bangsa.

Dengan semakin banyak perempuan yang sadar politik, aktif berpartisipasi, dan memahami kebijakan publik, Kota Bandung diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga berkualitas, tangguh, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(Burhan)

Exit mobile version