Jawa Barat, Kabupaten Tangerang | SNU.co.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat ketahanan pangan hingga ke tingkat desa. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) sebagai benteng cadangan pangan sekaligus sarana penyimpanan hasil pertanian bagi masyarakat.
Terbaru, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyerahkan kunci bangunan LPM kepada masyarakat Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Jumat (28/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem ketahanan pangan yang tidak hanya bertumpu pada ketersediaan pangan di tingkat daerah, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat desa dalam mengelola dan menyimpan hasil pertanian secara mandiri.
LPM diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi sulit seperti gagal panen, keterbatasan pasokan, maupun gejolak harga komoditas pangan.
Fasilitas tersebut secara khusus dapat dimanfaatkan untuk menyimpan gabah hasil panen masyarakat.
Dengan sistem penyimpanan yang lebih baik, hasil pertanian diharapkan tidak langsung habis dikonsumsi atau dijual seluruhnya, tetapi sebagian dapat disimpan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada waktu tertentu.
Bangun Lima LPM Tahun Ini, Total Capai 70 Unit
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, mengungkapkan bahwa pembangunan LPM terus dilakukan secara bertahap. Khusus pada tahun 2026, Pemkab Tangerang telah menyediakan lima unit LPM.
“Untuk tahun ini telah membangun lima Lumbung Pangan Masyarakat. LPM ini sebagai cadangan masyarakat, namun secara keseluruhan telah membangun sebanyak 70 LPM,” kata Munir.
Menurutnya, setiap bangunan LPM yang dibangun memiliki ukuran sekitar 3 x 4 meter dengan kapasitas penyimpanan gabah diperkirakan mencapai lebih dari tiga ton.
Kapasitas tersebut dinilai cukup strategis untuk membantu kelompok tani dan masyarakat desa dalam mengamankan sebagian hasil panen, terutama sebagai persediaan menghadapi masa-masa sulit.
“Keberadaan LPM ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di sekitar desa, terutama masa sulit seperti gagal panen dan gabah dapat dipergunakan pada masa tanam,” ujarnya.
Program ini sekaligus diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memiliki pola pengelolaan pangan yang lebih terencana.
Hasil panen tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai aset pangan yang dapat menjadi penyelamat masyarakat ketika terjadi gangguan produksi maupun pasokan.
Pemkab Tangerang Tekankan Pengawasan dan Evaluasi
Pemkab Tangerang juga memastikan keberadaan LPM tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Setelah fasilitas diserahkan kepada masyarakat, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pemanfaatannya.
Munir menegaskan, pengawasan diperlukan agar setiap LPM benar-benar digunakan sesuai fungsi dan tujuan awal program.
“LPM yang telah kita bangun tentu akan terus diawasi dan dievaluasi. Ini penting agar pemanfaatannya tetap sesuai dengan fungsi dan tujuan program, serta tidak terjadi penyalahgunaan atau LPM tidak digunakan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Dengan pengawasan tersebut, pemerintah berharap LPM dapat dikelola secara transparan, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Keberadaan LPM juga diharapkan mampu memperkuat kelembagaan masyarakat dan kelompok tani dalam mengelola hasil pertanian, sehingga cadangan pangan desa dapat terjaga dan dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan.
Masyarakat Gandaria Sambut Positif Program LPM
Sementara itu, salah satu pengurus LPM Desa Gandaria, H. Fatoni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas perhatian dan program pembangunan LPM yang dinilainya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yang telah memberikan program Lumbung Pangan Masyarakat ini. Bagi kami, bantuan ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat dan para petani di Desa Gandaria,” tutur Fatoni.
Menurutnya, keberadaan LPM tidak hanya menjadi bangunan penyimpanan hasil panen, tetapi juga dapat menjadi salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat desa.
Hasil pertanian masyarakat dapat disimpan secara lebih terorganisasi dan nantinya dimanfaatkan ketika dibutuhkan, termasuk pada saat masyarakat menghadapi masa tanam atau kondisi yang menyebabkan ketersediaan pangan mengalami gangguan.
“Kami bertekad LPM ini akan dikelola dengan baik dan terus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Mudah-mudahan program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani serta masyarakat Desa Gandaria,” pungkasnya.
Pembangunan puluhan Lumbung Pangan Masyarakat tersebut menjadi langkah konkret Pemkab Tangerang dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa.
Dengan cadangan pangan yang tersimpan dan dikelola masyarakat, desa diharapkan memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan pangan sekaligus mampu meningkatkan nilai manfaat hasil pertanian bagi masyarakat. (Dia)
