Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Warga Blok A Perumahan Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, akhirnya mendapat penanganan atas persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut saat hujan deras mengguyur.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air Wilayah 1 melakukan normalisasi saluran pembuang Cirarab guna memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan ke permukiman warga.
Kegiatan normalisasi dilakukan secara mekanis dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat jenis amphibi PC 75. Proses pengerjaan dimulai sejak Selasa, 13 April 2026 dan ditargetkan berlangsung selama 15 hari.
Kepala UPTD SDA Wilayah 1, H. Amril Hasan, menjelaskan, normalisasi dilakukan dengan memperlebar dimensi saluran dari sebelumnya 3 meter menjadi 4 meter.
“Normalisasi ini dilakukan sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer. Tujuannya untuk mengembalikan fungsi saluran pembuang Cirarab agar arus air lebih lancar dan daya tampung debit air meningkat,” ujar Amril saat dikonfirmasi, Kamis, (7/5/2026).
Menurutnya, saluran Cirarab selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur yang cukup tinggi, sehingga saat intensitas hujan meningkat, air kerap meluap ke kawasan Perumahan Palasari, khususnya di Blok A.
Ia menambahkan, material hasil pengerukan tidak dibuang keluar lokasi, melainkan dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul di sisi kiri dan kanan saluran.
“Lumpur hasil sedimentasi kami gunakan sebagai disposal untuk penebalan tanggul di kiri dan kanan saluran, agar air tidak mudah melimpas ke area pemukiman,” katanya.
Pekerjaan ini berada di bawah koordinasi Mieke Listiawasih bersama dua pengawas lapangan, Alfian dan Sawaludin.
Sementara itu, Kepala Desa Palasari, Ucu Samsuri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DBMSDA yang telah merespons keluhan warga terkait persoalan banjir tahunan.
“Kami mewakili masyarakat Desa Palasari mengucapkan terima kasih kepada DBMSDA, khususnya UPTD SDA Wilayah 1, yang sudah melakukan pengerukan sedimentasi di saluran pembuang Cirarab. Mudah-mudahan langkah ini efektif meminimalisir banjir di Perumahan Palasari Blok A,” ujar Ucu.
Ia berharap kegiatan normalisasi tidak hanya dilakukan saat kondisi mendesak, tetapi bisa menjadi agenda rutin tahunan sebagai langkah antisipasi banjir jangka panjang.
“Harapan kami, normalisasi seperti ini bisa rutin dilakukan setiap tahun agar sedimentasi tidak menumpuk lagi dan aliran air tetap optimal,” tambahnya.
Dengan adanya pengerukan dan pelebaran saluran tersebut, warga berharap ancaman genangan dan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari dapat berkurang secara signifikan, terutama saat memasuki musim penghujan. (Dia)
