EkonomiRagam DaerahTeknologi

Piazza Firenze Garut Jadi Etalase Baru Industri Kulit Premium, Putri Karlina Dorong Transformasi Ramah Lingkungan

223
Perayaan 1st Anniversary Piazza Firenze Garut yang dihadiri langsung Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, (kanan berkerudung hitam) di Kecamatan Garut Kota, Sabtu (17/1/2026).

Kabupaten Garut//secondnewsupdate.co.id –Satu tahun kehadiran Piazza Firenze Garut menandai babak baru industri kulit Kabupaten Garut. 

Bukan sekadar pusat belanja, kawasan ini kini diposisikan sebagai etalase produk kulit premium lokal yang diarahkan menembus pasar nasional hingga global.

Hal tersebut mengemuka dalam perayaan 1st Anniversary Piazza Firenze Garut yang dihadiri langsung Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Kecamatan Garut Kota, Sabtu (17/1/2026).

Dalam sambutannya, Putri Karlina menilai Piazza Firenze sebagai simbol keberanian pengrajin lokal untuk naik kelas. Menurutnya, peningkatan kualitas produk dan kemasan premium menjadi pemicu penting bagi transformasi industri kulit Garut.

“Satu tahun Piazza Firenze berdiri adalah pencapaian luar biasa. Produk kulit Garut sebenarnya sudah berkualitas, dan ketika dikemas secara premium, ini menjadi pemacu semangat bagi pengrajin untuk terus meningkatkan standar,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina menilai Piazza Firenze sebagai simbol keberanian pengrajin lokal untuk naik kelas. Menurutnya, peningkatan kualitas produk dan kemasan premium menjadi pemicu penting bagi transformasi industri kulit Garut.

Putri Karlina juga menyinggung sejarah panjang industri kulit Garut yang telah berusia lebih dari satu abad. 

Ia menilai, secara usia produksi, Garut sejajar dengan merek-merek dunia, namun tertinggal akibat faktor historis.

“Secara umur industri, kita sama dengan produsen global seperti Gucci. Bedanya, kita tumbuh di negara terjajah sehingga tertinggal dalam banyak hal. Namun sekarang, dengan sumber daya manusia yang semakin terdidik, saya optimistis industri kulit Garut bisa jauh lebih maju,” tegasnya.

Tak hanya menyoroti aspek ekonomi, Wakil Bupati Garut juga menekankan pentingnya transformasi industri kulit menuju Responsible Industry, khususnya dalam pengelolaan limbah yang selama ini menjadi tantangan serius.

Ia menyebut industri kulit memiliki peran strategis sebagai penopang sektor pariwisata daerah, selama dijalankan dengan prinsip keberlanjutan.

“Garut harus berkiblat pada ekonomi kreatif. Tidak mungkin terus mengandalkan industri ekstraktif. Alam harus dikembalikan keseimbangannya, dan pariwisata adalah jalur yang memberikan efek ekonomi besar tanpa merusak lingkungan,” katanya.

Dukungan pemerintah pusat turut menguatkan ekosistem Piazza Firenze. Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono, mengapresiasi kolaborasi antara Poppy Dharsono dan Koperasi Artisan Kulit Indonesia (KAKI) yang dinilai berhasil mentransformasi kerajinan semi-tradisional menjadi produk modern berdaya saing global.

“Piazza Firenze bukan hanya bangunan yang indah secara fisik, tetapi juga mencerminkan kualitas para tenant yang telah dipilih dan dibina secara serius oleh KAKI,” ujar Ferry.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Koperasi berkomitmen membantu pengadaan alat pengolahan limbah serta pengoordinasian mesin penyamakan kulit, guna meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan dampak lingkungan.

Satu tahun kehadiran Piazza Firenze Garut menandai babak baru industri kulit Kabupaten Garut.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Poppy Dharsono sekaligus Ketua KAKI, Poppy Dharsono, menjelaskan bahwa Piazza Firenze dirancang dengan nuansa Eropa dan dilengkapi fasilitas restoran untuk menciptakan pengalaman belanja yang berkelas.

“Piazza Firenze kami rancang sebagai ikon Garut. Ini adalah simbol bahwa produk lokal mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dengan nilai ekonomi yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan pengrajin dilakukan secara terstruktur, mulai dari pembentukan koperasi, pemetaan jenis produk—seperti jaket, sepatu, tas, dan aksesoris—hingga bimbingan teknis agar memenuhi standar pasar internasional. (Asan)

Exit mobile version