Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026–2027, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, langkah pencegahan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026 yang berlangsung di Lapang Apel Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (4/11/2026).
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Garut memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai potensi bencana.
Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah, TNI-Polri, dan elemen masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu bencana alam maupun gangguan sosial.
Abdusy Syakur Amin juga memaparkan perkembangan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Kabupaten Garut.
Berdasarkan data tersebut, indeks risiko bencana Garut pada 2025 tercatat berada di peringkat 281 secara nasional dengan kelas risiko sedang.
Posisi tersebut mengalami perubahan dibandingkan tahun 2024 yang berada di peringkat 202 atau turun 79 peringkat.
Sementara di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut berada pada peringkat keenam.
“Berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia atau IRBI, indeks risiko bencana Kabupaten Garut tahun 2025 berada pada peringkat 281 secara nasional dengan kelas risiko sedang. Posisi ini turun 79 peringkat dibandingkan dengan IRBI tahun 2024, yaitu berada pada peringkat 202. Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut berada pada peringkat ke-6,” ungkapnya.
Menghadapi musim hujan 2026–2027, Bupati Garut menekankan enam langkah strategis yang harus menjadi perhatian dan dilaksanakan seluruh jajaran terkait bersama masyarakat.
Pertama, melakukan pemetaan daerah rawan bencana dengan mengacu pada dokumen kajian risiko bencana, rencana kontinjensi melalui Portal InaRISK, maupun sumber informasi lainnya.
Kedua, melaksanakan apel kesiapsiagaan guna memastikan kesiapan personel, peralatan, serta logistik untuk penanganan keadaan darurat bencana.
Selain itu, optimalisasi dana siap pakai perlu dilakukan apabila dibutuhkan, disertai penetapan status keadaan darurat bencana sesuai ketentuan.
Ketiga, meningkatkan pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Setiap wilayah juga diminta melakukan analisis daerah rawan bencana serta menyebarluaskan informasi melalui berbagai sarana komunikasi yang tersedia.
Keempat, memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Bupati juga menekankan pentingnya memastikan posko darurat bencana beroperasi selama 24 jam.
Kelima, meningkatkan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas agar kesadaran menghadapi potensi bencana semakin meningkat.
Keenam, memastikan kesiapan dan keberfungsian sistem peringatan dini atau Early Warning System, termasuk mekanisme penyampaian informasi secara cepat dan tepat kepada masyarakat.
Selain enam langkah tersebut, Syakur mengingatkan para pimpinan kewilayahan agar lebih aktif menyampaikan laporan perkembangan situasi secara berkala.
Kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan juga perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.
Secara khusus, para camat dan lurah diminta segera menggerakkan kegiatan pembersihan saluran drainase, terutama di kawasan perkotaan, guna mengantisipasi genangan dan potensi banjir akibat tersumbatnya aliran air.
Menutup arahannya, Syakur menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri serta seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung upaya kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Garut.
Ia berharap langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih aktif, terencana, dan berkelanjutan sehingga dampak bencana dapat diminimalkan serta keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
“Saya yakin kalau upaya kita lebih aktif lagi dalam melakukan preventif, maka bisa dilakukan penghematan dan juga bisa memberikan rasa aman, nyaman bagi masyarakat,” tandas Bupati Garut. (Agung)
