Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKasusKesehatanPeristiwa

Plafon RSUD Baru di Kabupaten Bandung Roboh, Ketua DPRD Geram: Kualitas Bangunan Dipertanyakan

10
×

Plafon RSUD Baru di Kabupaten Bandung Roboh, Ketua DPRD Geram: Kualitas Bangunan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Foto Atas : Plafon yang ambruk di lantai dua terlihat jelas dari bawah. Foto diambil, Rabu (18/3/26) pagi. Foto Bawah : Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, didampingi Kadis PUTR meninjau reruntuhan flapin RS Bedas Pacira, Rabu (18/3/26)

Soreang Kab. Bandung// secondnewsupdate.co.id – Insiden robohnya plafon terjadi di gedung baru RSUD Bedas Pacira yang belum lama diresmikan. 

Peristiwa tersebut memicu sorotan serius karena bangunan tergolong baru dan belum sepenuhnya beroperasi, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pasien maupun pengunjung rumah sakit.

Example 300x600

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian bersama jajaran dinas terkait pada Rabu (18/3/2026). Ia mengaku bersyukur insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Ini rumah sakit baru, seharusnya kejadian seperti robohnya plafon tidak terjadi. Alhamdulillah tidak menimpa pasien maupun pengunjung yang sedang melintas,” ujarnya di sela peninjauan.

Meski demikian, Renie menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi pihak pelaksana pembangunan. 

Ia mendesak agar perbaikan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

Menurutnya, ia telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk segera melakukan langkah relokasi layanan serta pembenahan total pada bagian bangunan yang rusak.

“Anggaran pembangunan rumah sakit ini tidak kecil, sehingga kualitas bangunan harus menjadi perhatian serius. Ini harus menjadi bahan evaluasi penting bagi dinas terkait maupun kontraktor pelaksana,” tegasnya.

Renie juga menyoroti sejumlah catatan penting terkait kualitas bangunan, baik pada gedung lama maupun gedung baru. 

Ia menekankan bahwa seluruh kerusakan harus segera diperbaiki agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berobat.

Selain itu, ia mengungkapkan adanya dugaan faktor teknis pada struktur bangunan. 

Secara geometris, terdapat perbedaan ketinggian antara gedung bagian depan dan belakang yang diduga memengaruhi sirkulasi angin serta ketahanan struktur atap.

Dari sisi anggaran, Renie menilai besarnya biaya pembangunan seharusnya sejalan dengan mutu konstruksi yang lebih terjamin.

“Dengan anggaran yang cukup besar, ketahanan bangunan semestinya lebih maksimal,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang sembari menunggu proses perbaikan yang dilakukan pihak terkait. 

Sementara itu, kontraktor pelaksana diminta bergerak cepat melakukan pembenahan agar pelayanan rumah sakit tidak terganggu dalam waktu lama. (Apih)

Penulis: ApIh Igun Ruhiyat Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600