Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumInformatikaRagam Daerah

PMKRI Sumut-NAD Gelar Diskusi Kebangsaan, Tegaskan Pancasila sebagai Pilar Persatuan dan Stabilitas Kamtibmas

120
×

PMKRI Sumut-NAD Gelar Diskusi Kebangsaan, Tegaskan Pancasila sebagai Pilar Persatuan dan Stabilitas Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertema “Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif”, Sabtu (7/3/2026).

Medan Sumatera Utara// secondnewsupdate.co.id –Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertema “Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif”, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini diikuti puluhan kader PMKRI di wilayah Sumatera Utara dan menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen organisasi dalam memperkuat semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta menegaskan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Example 300x600

Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut-NAD, Sintong Sinaga, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang serta berbagai tantangan kebangsaan, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting.

Menurutnya, nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong harus terus ditanamkan agar masyarakat memiliki kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang konstruktif bagi masyarakat,” jelasnya.

Sintong juga menegaskan bahwa persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Menjaga Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Ini adalah kerja kolektif di mana semua pihak memiliki peran yang sama, termasuk mahasiswa yang dapat menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyinggung situasi geopolitik dunia yang tengah memanas, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus menyikapi kondisi tersebut dengan bijak agar tidak memicu perpecahan.

Ia menegaskan bahwa konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini tidak boleh dipersepsikan sebagai konflik agama, melainkan sebagai konflik kemanusiaan yang harus dilihat secara objektif.

“Jangan sampai isu-isu global ini masuk ke Indonesia dan berkembang menjadi konflik agama. Ini menjadi tugas kita bersama, termasuk mahasiswa, untuk mengedukasi masyarakat terkait situasi yang terjadi belakangan ini,” tegasnya.

Melalui diskusi kebangsaan tersebut, PMKRI berharap generasi muda semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.(Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600