EkonomiRagam Daerah

Polda Jabar Panen Raya Jagung di Indramayu, Kapolda: Ketahanan Pangan Butuh Sinergi Semua Pihak

114
Dalam sambutannya, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan panen raya tersebut bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan bentuk nyata sinergi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Indramayu/ secondnewsupdate.co.id – Polda Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.40 WIB hingga 15.30 WIB tersebut dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri melalui zoom meeting nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Acara dihadiri langsung Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan bersama pejabat utama Polda Jabar, Forkopimda Kabupaten Indramayu, unsur pemerintah provinsi, Perhutani, Bulog, BRI, hingga kelompok tani binaan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.40 WIB hingga 15.30 WIB tersebut dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri melalui zoom meeting nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menegaskan panen raya tersebut bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan bentuk nyata sinergi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kegiatan ini bukan hanya panen semata, tetapi merupakan wujud sinergi bersama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, Polda Jabar telah merealisasikan pengelolaan lahan jagung seluas 12.000 hektare atau sekitar 41,6 persen dari total potensi lahan 30.000 hektare yang dikerjasamakan dengan Perhutani dan pihak perkebunan.

Dari total 1.400 hektare lahan yang dikelola kelompok tani binaan, telah dihasilkan sebanyak 5.560 ton jagung yang telah terserap dan disalurkan, sementara sekitar 7.000 ton lainnya masih dalam tahap penyimpanan.

“Ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan secara kolaboratif mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” katanya.

Rudi juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, Bulog, BRI, hingga petani sebagai ujung tombak produksi pangan.

Menurutnya, tantangan utama ke depan adalah memotong rantai distribusi yang terlalu panjang agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi lebih optimal bagi petani.

“Kita harus mendorong ekosistem yang lebih adil dan terintegrasi, bukan hanya membantu saat tanam, tetapi juga melakukan pendampingan hingga penyerapan hasil panen,” ungkapnya.

Selain panen raya, kegiatan turut diisi dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyaluran pinjaman KUR dari BRI dan Primkopol Polri, peninjauan kebun jagung, hingga pelepasan distribusi hasil panen.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 528 petani telah menerima pembiayaan KUR dari total 1.186 pengajuan. 

Di samping itu, Primkopol Polri juga memberikan bantuan kepada sekitar 100 petani berupa alsintan, pupuk, dan kebutuhan pertanian lainnya.

“Dengan akses pembiayaan yang baik dan pendampingan yang konsisten, para petani dapat masuk dalam ekosistem pertanian modern yang lebih sehat dan menyejahterakan,” kata Rudi.

Polda Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan zoom meeting nasional bersama Presiden RI. Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Petani dan nelayan adalah produsen pangan bangsa. Swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa melibatkan semua pihak,” ujar Presiden.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri akan melaksanakan panen jagung serentak Kuartal II Tahun 2026 di lahan seluas 198 ribu hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan. (Burhan)

Exit mobile version