Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Cianjur Jadi Salah Satu Sentra Penguatan Ketahanan Pangan

122
×

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Cianjur Jadi Salah Satu Sentra Penguatan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Polri terus memperkuat langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Jawa Barat, Cianjur l secondnewsupdate.co.id — Polri terus memperkuat langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

Salah satunya melalui penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat yang melibatkan jajaran kepolisian, pemerintah daerah, kelompok tani, serta sejumlah mitra pertanian.

Example 300x600

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Asta Cita sekaligus rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kabupaten Cianjur menjadi salah satu wilayah yang turut mengambil bagian, dengan melibatkan para petani di kawasan Cianjur Utara.

Pemanfaatan lahan pertanian tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bawang putih sekaligus membuka peluang bagi penguatan sektor pertanian daerah. 

Program ini juga terintegrasi dengan kegiatan panen raya dan pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Secara nasional, kebutuhan bawang putih Indonesia mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Namun, sekitar 95 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor. 

Kondisi itu menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah dan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih dalam negeri.

Wakapolri Komjen Pol. H. Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengambil langkah nyata dalam mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait kemandirian pangan.

“Ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia,” ujar Dedi, Rabu (19/8/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan komoditas bawang putih oleh Polri telah dimulai sejak 2025 melalui kolaborasi bersama kelompok tani.

Hingga 2026, total lahan yang telah dikelola melalui kerja sama tersebut mencapai 948 hektare dengan capaian panen basah sekitar 9.480 ton.

Sementara dalam program penanaman serentak kali ini, sebanyak 14 Polda dan 59 Polres tercatat ikut berpartisipasi. 

Total lahan yang ditanam mencapai 279,53 hektare dengan estimasi produksi sekitar 2.795,4 ton.

Salah satu kegiatan utama berlangsung di Sembalun, Lombok Timur. 

Di lokasi tersebut dilakukan penanaman bawang putih di lahan seluas 120 hektare, panen raya pada lahan 105 hektare, serta peletakan awal pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Gudang tersebut nantinya berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan sekaligus penjemuran bawang putih.

Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil panen serta memperkuat stabilitas pasokan.

Jawa Barat Tanam 44,58 Hektare

Di Jawa Barat, program penanaman bawang putih secara serentak dilaksanakan di atas lahan seluas 44,58 hektare. 

Dari luasan tersebut, potensi produksi diperkirakan mencapai 445,8 ton.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, mengatakan pengembangan bawang putih di Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama menyangkut sumber daya manusia, ketersediaan bibit, dan kebutuhan air.

Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Polri menyiapkan 25 personel dalam tim riset kolaboratif. 

Tim tersebut melibatkan Bakomsus Pertanian, personel Polri, kelompok tani, mahasiswa, hingga tenaga ahli di bidang pertanian.

Tim tersebut akan melakukan kajian mengenai kualitas bibit, karakteristik lahan, hingga pola budidaya yang paling sesuai.

“Hasilnya akan ditransfer kepada kelompok tani dan para mitra di Jawa Barat,” kata Pipit.

Persoalan bibit juga menjadi perhatian. Polri telah memperoleh dukungan sekitar 1 ton bibit dari PTPN, selain bibit hasil swadaya.

Ke depan, kerja sama dengan dinas pertanian dan berbagai mitra strategis akan diperluas.

Salah satu konsep yang tengah dikembangkan adalah pembangunan green house pembibitan untuk meningkatkan ketersediaan bibit secara mandiri dan berkelanjutan.

Cianjur Utara Jadi Bagian Penguatan Produksi

Keterlibatan petani di wilayah Cianjur Utara menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Kawasan ini dinilai memiliki potensi pertanian yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung produksi bawang putih.

Selain persoalan bibit dan tenaga ahli, kebutuhan air menjadi tantangan yang harus diantisipasi, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Polri bersama para pemangku kepentingan menyiapkan langkah berupa pipanisasi serta sarana pengairan di sejumlah titik budidaya.

Pembangunan sarana pendukung tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan produksi dalam satu musim tanam, tetapi juga menciptakan sistem budidaya bawang putih yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, petani, akademisi, dan mitra pertanian pun menjadi kunci untuk memastikan program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman serentak.

Jika produktivitas terus meningkat, pengembangan sentra bawang putih di berbagai daerah, termasuk Cianjur, diharapkan mampu memperkuat pasokan domestik dan secara bertahap menekan ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya lebih besar mewujudkan swasembada pangan dan memperkokoh ketahanan pangan nasional sebagai salah satu fondasi kemandirian bangsa. (Burhan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600