BeritaInformatikaRagam Daerah

Program Revitalisasi Bantu SDN Padarek III Menjadi Lebih Layak dan Nyaman

114
Rehabilitasi ruang kelas SDN Padarek III yang dibangun dari nol.

Majalengka, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Wajah SDN Padarek III, Desa Padarek, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, kini perlahan berubah. 

Sekolah yang sebelumnya menghadapi berbagai persoalan pada kondisi bangunan mulai mendapatkan sentuhan perbaikan melalui program revitalisasi.

Dinding yang sebelumnya terlihat miring, tembok mengelupas, lantai yang tidak lagi rata hingga atap yang kerap mengalami kebocoran saat hujan, kini mulai dibenahi.

Program revitalisasi tidak hanya mempercantik tampilan sekolah, tetapi juga menyentuh bagian-bagian penting yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Salah seorang guru SDN Padarek III, Ridwan Sidiq, mengungkapkan kondisi sejumlah ruang kelas sebelum mendapatkan program revitalisasi cukup mengkhawatirkan.

Menurutnya, dinding pada tiga ruang kelas terlihat miring sehingga ketika proses pemugaran dilakukan, bangunan tersebut akhirnya harus dibongkar.

“Karena terlihat miring, saat pemugaran akhirnya dirobohkan. Oleh karena itu, walaupun awalnya ini seharusnya hanya rehab, karena kondisi bangunan mengkhawatirkan, kepala sekolah dan komite berinisiatif membangun hampir dari nol. Ya, seperti membangun ruang kelas baru,” ujar Ridwan.

Kepala SDN Padarek III bersama jajaran P2SP Revitalisasi Bangunan Pendidikan di depan Ruang kelas yang sedang di renovasi

Perbaikan tersebut membuat sejumlah bagian bangunan sekolah kini menjadi lebih layak. Pintu dan jendela diperbaiki, lantai ditata kembali, sementara ruang belajar dibuat lebih terang dan nyaman.

Perubahan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan semangat para guru dan siswa dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.

Kepala SDN Padarek III, Diana Purwati, menyambut program revitalisasi tersebut dengan penuh rasa syukur.

Menurut Diana, selama bertahun-tahun pihak sekolah berharap dapat memiliki lingkungan belajar yang lebih layak bagi para siswa.

“Selama bertahun-tahun kami berharap bisa menyediakan tempat belajar yang pantas bagi anak-anak. Dulu sekolah kami terkesan kumuh, namun kini harapan itu terwujud. Sekolah bukan hanya tempat duduk dan mendengar pelajaran, melainkan tempat yang menumbuhkan percaya diri,” ungkap Diana.

Ia menjelaskan, melalui program revitalisasi tersebut, sekolah mendapatkan perbaikan terhadap empat ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, satu perpustakaan, serta fasilitas toilet.

Diana pun menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.

“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pak Menteri Pendidikan, terima kasih Pak Bupati yang telah mengantarkan program revitalisasi ke sekolah kami, sehingga kami sekarang bisa lebih tenang dalam belajar,” ujarnya.

Menurut Diana, setelah seluruh pekerjaan selesai, perubahan kondisi sekolah akan sangat dirasakan oleh para guru maupun siswa.

Lingkungan belajar yang lebih nyaman diyakini dapat memberikan suasana baru dalam proses pendidikan. 

Para siswa diharapkan semakin antusias datang ke sekolah dan mengikuti pembelajaran, sementara para guru dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang lebih mendukung.

Program revitalisasi ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Sejumlah orang tua siswa merasa lega melihat sekolah tempat anak-anak mereka menimba ilmu mendapatkan perbaikan.

Dengan kondisi bangunan yang lebih layak, orang tua diharapkan semakin merasa aman dan nyaman menitipkan pendidikan anak-anak mereka di SDN Padarek III.

Revitalisasi SDN Padarek III pada akhirnya bukan sekadar membenahi bangunan yang mengalami kerusakan. 

Di balik dinding yang diperbaiki, ruang kelas yang ditata, dan fasilitas yang dibangun kembali, terdapat harapan agar anak-anak dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan lebih membanggakan.

Kini, SDN Padarek III tengah menatap babak baru. Dari sekolah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan kondisi fisik, perlahan tumbuh menjadi lingkungan pendidikan yang lebih layak untuk menyiapkan generasi masa depan.

Perbaikan bangunan menjadi langkah awal. Selebihnya, semangat para guru dan siswa akan menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali setiap ruang kelas yang telah dibenahi. (Ast)

Exit mobile version