Pandeglang Banten//secondnewsupdate.co.id– Proyek Pembangunan/Peningkatan Kualitas PSU Permukiman Jalan Lingkungan yang berlokasi di Kampung Waringin RT 02 RW 003, Desa Rawasari, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan dari masyarakat setempat.
Meski secara kasat mata tampak rapi, hasil pekerjaan di lapangan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
Proyek tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, (DPRKP) dengan sumber anggaran APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp189.810.000,00, dikerjakan oleh CV Buana Karya Pratama, dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender.
Namun, hasil pantauan di lokasi menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan.

Paving block yang terpasang terlihat tidak tertata rapi, renggang antar susunan, dan di beberapa titik tampak tidak presisi.
Selain itu, kanstin atau pembatas jalan juga terlihat kurang kokoh dan terkesan dipasang seadanya.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap ketahanan dan kualitas jalan dalam jangka panjang.
Warga menilai, jika tidak segera diperbaiki, paving block berpotensi bergeser, amblas, atau rusak, terutama saat musim hujan dan ketika aktivitas warga meningkat.
“Kalau seperti ini dibiarkan, kami khawatir jalan cepat rusak. Padahal anggarannya tidak sedikit dan seharusnya bisa dikerjakan lebih baik,” ungkap salah seorang warga setempat. Senin (5/1/2026).
Masyarakat pun mendesak dinas terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek guna memastikan apakah pekerjaan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis, perencanaan, dan anggaran yang ditetapkan.

Selain itu, kinerja konsultan pengawas turut menjadi sorotan, warga meminta agar peran pengawasan dievaluasi secara serius, sebab jika kondisi pekerjaan seperti ini dinyatakan lolos pemeriksaan, maka fungsi pengawasan patut dipertanyakan.
Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas, agar penggunaan uang rakyat benar-benar menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, aman, dan bermanfaat, bukan sekadar terlihat baik di permukaan namun menyimpan persoalan di kemudian hari. (Sanan)















