Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Dugaan keracunan makanan bergizi menimpa sejumlah pelajar di Kota Cimahi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, memastikan seluruh pasien yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan.
Mulyati mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah pasien sempat dirawat di beberapa rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Dustira, Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Mitra Kasih.
“Berdasarkan informasi dan hasil pengecekan langsung di lokasi, memang benar ada dugaan beberapa orang masuk ke UGD di sejumlah rumah sakit, dan semuanya saat ini sedang tertangani,” ujar Mulyati.
Menurutnya, pasien yang mengalami gejala diduga keracunan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP. Bahkan, layanan distribusi makanan tersebut juga mencakup Posyandu.
“SPPG tersebut melayani PAUD, IPK, SD, dan SMP. Jadi pasien yang terdampak bervariasi, ada dari tingkat SD dan SMP, bahkan layanan Posyandu juga termasuk,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah pasien yang sempat dirujuk ke rumah sakit antara lain:
11 orang dirawat di RS Cibabat
1 orang dirawat di RS Dustira
2 orang dirawat di RS Mitra Kasih
Selain itu, beberapa pasien lainnya sempat dibawa ke klinik dan sebagian sudah diperbolehkan pulang
Laporan Awal Diterima Sore Hari
Mulyati menjelaskan, laporan awal dugaan keracunan diterimanya sekitar pukul 17.30 WIB.
Setelah menerima laporan tersebut, Dinas Kesehatan langsung berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan agar pasien yang mengalami gejala segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Saya menerima laporan sekitar setengah enam sore, dan langsung menyampaikan kepada jajaran terkait agar pasien yang bergejala segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan,” katanya.
Diduga Berkaitan dengan Konsumsi Makanan Program Gizi
Informasi awal menunjukkan para pelajar diduga mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebagian makanan dikonsumsi saat waktu berbuka, sementara anak-anak yang lebih kecil ada yang mengonsumsi pada siang hari sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.
Meski demikian, pihak Dinas Kesehatan masih melakukan pendataan dan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami masih mengumpulkan data lengkap, karena ada juga pasien yang dibawa ke klinik dan sudah dinyatakan pulang. Semua masih dalam proses pendataan dan pemantauan,” pungkas Mulyati.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan optimal dan kondisi mereka terus dipantau. Selain itu, evaluasi terhadap distribusi dan keamanan makanan juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, atau diare setelah mengonsumsi makanan tertentu. (Bagdja)
