Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaKesehatanRagam Daerah

Puskesmas Cilawu Raih WBK, Bupati Garut Dorong Reformasi Birokrasi Sektor Pelayanan Publik

23
×

Puskesmas Cilawu Raih WBK, Bupati Garut Dorong Reformasi Birokrasi Sektor Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi atas capaian Puskesmas Cilawu yang dinilainya merupakan hasil dari proses panjang, konsistensi, serta kerja kolektif seluruh jajaran di sektor pelayanan kesehatan.

Kabupaten Garut//secondnewsupdate.co.id –Komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel kembali membuahkan hasil. 

UPT Puskesmas Cilawu resmi meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada ajang SAKIP dan ZI Award Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Example 300x600

Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan bertema “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diikuti secara daring oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dari Gedung Command Center, Kecamatan Garut Kota, Rabu (11/2/2026).

Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas capaian Puskesmas Cilawu yang dinilainya merupakan hasil dari proses panjang, konsistensi, serta kerja kolektif seluruh jajaran di sektor pelayanan kesehatan. 

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi unit kerja lain di lingkungan Pemkab Garut.

“Kita berharap ke depan semakin banyak unit kerja yang menyusul. Ini bisa menjadi contoh atau best practice yang baik bagi yang lain,” ujar Bupati Garut.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menjelaskan bahwa predikat WBK yang diraih Puskesmas Cilawu melengkapi capaian sebelumnya, di mana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Garut telah lebih dahulu meraih penghargaan serupa.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mendorong unit-unit pelayanan publik tersebut untuk naik kelas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Seluruh Unit Kerja Pelayanan Publik akan terus kita dorong untuk meraih WBK dan WBBM. Targetnya hingga tahun 2029, lebih dari 50 persen UKPP di Kabupaten Garut dapat memperoleh predikat tersebut,” jelas Didit.

Dari sisi sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Puskesmas Cilawu. 

Ia menyebut, setelah melalui proses penilaian selama kurang lebih tiga tahun, Puskesmas Cilawu menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama pertama di bawah Dinkes Garut yang berhasil lolos penilaian WBK tingkat nasional.

“Sebetulnya sudah ada beberapa unit yang diajukan dan semuanya sedang berproses. Alhamdulillah, Puskesmas Cilawu berhasil lolos WBK. Ini yang pertama untuk kategori puskesmas.

Mudah-mudahan ke depan RSUD dan puskesmas lainnya bisa menyusul,” ujar dr. Leli.

Senada dengan itu, Kepala UPT Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil komitmen seluruh jajaran puskesmas dalam meningkatkan kualitas layanan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi dalam setiap proses pelayanan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, dengan mengedepankan integritas dan prinsip antikorupsi di wilayah kerja kami,” ungkapnya.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan langkah Pemkab Garut dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) secara konsisten, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600