BeritaInformatikaRagam DaerahTeknologi

PWI Kabupaten Bandung Gelar Raker 2026, Fokus Hadapi Era Konvergensi Media dan AI

112
Ketua PWI Jawa Barat terpilih, Tantan Sulthon Bukhawan, Foto (kiri) bersama H Awing , Foto Kanan Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D. Susana, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bandung Irma Novita, Camat Rancabali Panpan Risvan Cristiana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kabupaten Bandung, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Patuha Resort, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa-Rabu (29-30 September 2026).

Raker tersebut menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun arah dan strategi PWI Kabupaten Bandung dalam menghadapi dinamika dunia jurnalistik yang terus berkembang.

Mengusung tema “Konvergensi Media di Era Digital dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Industri Media”, kegiatan Raker tidak hanya diisi agenda persidangan organisasi, tetapi juga dirangkaikan dengan seminar dan diskusi mengenai perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor media.

Sejumlah materi menjadi pembahasan dalam seminar, mulai dari Konvergensi Media dan Pemanfaatan AI di Era Digital, Produksi Konten Digital dan Prompt Engineering, Etika Penggunaan AI, hingga Fact Checking dengan AI.

Para peserta mendapatkan pemaparan dari sejumlah narasumber yang berasal dari kalangan akademisi ilmu komunikasi, praktisi AI, serta praktisi media digital dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung.

Pembukaan Raker PWI Kabupaten Bandung 2026 turut dihadiri Ketua PWI Jawa Barat terpilih, Tantan Sulthon Bukhawan, Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D. Susana, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bandung Irma Novita, Camat Rancabali Panpan Risvan Cristiana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Raker PWI Kabupaten Bandung 2026, R. Dani Rahmat Nugraha, mengatakan bahwa pelaksanaan Raker merupakan bagian dari amanat Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

Menurutnya, forum tersebut memiliki peran penting dalam mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun peta jalan organisasi untuk periode berikutnya.

“Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. Karena itu, tema Raker tahun ini dipilih untuk mendorong anggota PWI Kabupaten Bandung agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Dani.

Ia berharap Raker tidak berhenti pada pembahasan administratif organisasi, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas anggota dalam memahami dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

“Kami berharap, melalui tema ini, Raker tidak sekadar menjadi ajang evaluasi administratif, tetapi menjadi momentum agar anggota PWI Kabupaten Bandung semakin melek teknologi, mampu menguasai perangkat AI dengan bijak, dan menetapkan konsensus etika digital agar marwah dan independensi jurnalistik kita tetap terjaga,” ungkapnya.

Dani menambahkan, Raker berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (29/9/2026), dengan diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, serta perwakilan PWI tingkat provinsi.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D. Susana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Raker PWI Kabupaten Bandung 2026 dapat terlaksana.

Ia menegaskan, Raker merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan berdasarkan amanat PD/PRT PWI sekaligus menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam menyusun dan mengevaluasi program kerja.

Melalui forum tersebut, PWI Kabupaten Bandung diharapkan dapat menghasilkan rumusan program yang relevan dengan kebutuhan organisasi serta mampu menjawab tantangan dunia jurnalistik, terutama di tengah percepatan transformasi media digital dan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.

Dengan demikian, peningkatan kemampuan teknologi diharapkan tetap berjalan beriringan dengan penguatan etika, profesionalisme, serta independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. (Apih)

Exit mobile version