Garut/secondnewsupdate.co.id – UPT Puskesmas Siliwangi, Kecamatan Garut Kota, terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2026 untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Hingga awal Juli 2026, realisasi anggaran BOK telah mencapai sekitar 54 persen dan seluruh pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Kepala UPT Puskesmas Siliwangi, Firman Mardiana Herlambang, mengatakan penggunaan Dana BOK telah memiliki pedoman yang jelas dari Kementerian Kesehatan sehingga seluruh kegiatan difokuskan pada program promotif dan preventif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Anggaran BOK sudah memiliki menu kegiatan yang jelas dari Kementerian Kesehatan. Di antaranya pelayanan kesehatan ibu hamil, kesehatan balita, pencegahan stunting, pelayanan kesehatan masyarakat, serta berbagai kegiatan promotif dan preventif lainnya,” ujar Firman saat ditemui di kantornya, Jalan Pakuwon No. 13, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh program yang didanai BOK terus berjalan sesuai target sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di wilayah kerja Puskesmas Siliwangi.
Menurutnya, salah satu prioritas utama saat ini adalah percepatan penurunan angka stunting. Ia menilai stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi merupakan dampak kekurangan gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak.
“Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis. Pencegahannya harus dimulai sejak dini, bahkan sejak remaja putri. Remaja yang mengalami anemia, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, hingga kurangnya pemenuhan gizi selama kehamilan merupakan faktor risiko yang harus dicegah bersama,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Puskesmas Siliwangi terus mengintensifkan edukasi kesehatan kepada masyarakat, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pemantauan kesehatan ibu hamil, perbaikan status gizi, serta pendampingan keluarga sebagai intervensi spesifik dalam menekan angka stunting.
Selain pelayanan kuratif, Dana BOK juga dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai kegiatan promotif dan preventif agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Melalui langkah tersebut, Puskesmas Siliwangi berharap kualitas kesehatan ibu dan anak terus meningkat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Garut secara berkelanjutan. (Asan)














