InformatikaLingkungan HidupPolitikRagam Daerah

Reses Ketua DPRD Cimahi: Sampah Menumpuk, Wahyu Widyatmoko Dorong Warga Ubah Kebiasaan dari Rumah

1696
Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko membahas masalah persoalan sampah kembali mencuat dalam agenda reses masa persidangan I

Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Persoalan sampah kembali mencuat dalam agenda reses masa persidangan I Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko.

Dalam pertemuan yang digelar di Valore Hotel, Jalan Raya Baros, Minggu (26/4/2026).

Isu lingkungan ini menjadi sorotan utama warga yang hadir.

Meski hanya diikuti sekitar 100 konstituen dari tiga kelurahan, suasana reses berlangsung serius dan penuh perhatian. 

Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan keluhan sekaligus harapan terkait persoalan sampah yang hingga kini belum tertangani secara tuntas.

Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko (kiri) dalam reses masa persidangan I menampung berbagai usulan dan aspirasi masyarakat dalam pembangunan Kota Cimahi mendatang.

Wahyu, yang akrab disapa Mas Wid, menegaskan bahwa problem sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan persoalan bersama yang harus diselesaikan dari level paling dasar, rumah tangga.

“Kalau kita membuang sampah, sebenarnya kita sedang memindahkan beban kita ke orang lain. Walaupun kita bayar, kita bersih, tapi ada pihak lain yang harus menanggung dampaknya,” ujar Wahyu.

Ia memaparkan, kapasitas pengelolaan sampah di Kota Cimahi saat ini masih jauh dari ideal. 

Total pengolahan yang tersedia baru di bawah 100 ton per hari, sementara produksi sampah harian mencapai sekitar 260 hingga 280 ton.

“Ini selisih yang sangat besar. Artinya, ada ratusan ton sampah yang belum tertangani optimal setiap harinya,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius jika tidak segera diatasi, termasuk tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seperti Sarimukti.

Namun demikian, ia menilai solusi tidak bisa hanya bergantung pada penambahan fasilitas atau teknologi. Perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi kunci utama.

“Kalau kita disiplin dari rumah, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik, sebenarnya masalah ini bisa jauh berkurang. Tidak berat, hanya perlu kebiasaan,” katanya.

Wahyu juga mengusulkan konsep pengelolaan sampah berbasis lingkungan terkecil, yakni RT. Dalam skema tersebut, sampah organik rumah tangga dapat dikumpulkan dan diolah menjadi kompos atau pupuk cair secara mandiri.

“Kalau di setiap RT sudah ada sistem sederhana untuk mengelola sampah organik, beban kota bisa berkurang signifikan,” jelasnya.

Meski berbagai program pengelolaan sampah telah diluncurkan pemerintah kota, Wahyu mengakui implementasinya belum maksimal. 

Ia menilai, pendekatan berbasis kesadaran kolektif masyarakat harus diperkuat agar program yang ada bisa berjalan efektif.

Dalam reses tersebut, selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lain, mulai dari infrastruktur jalan hingga program sosial. 

Walaupun dihadiri sebanyak 100 orang Konstituennya, dalam reses Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko (tengah) foto bersama para konstituennya penuh Hidmat, persaudaraan dan kekompakan

Seluruh masukan itu, kata Wahyu, akan dirangkum dan dibahas bersama anggota dewan lainnya untuk kemudian diajukan kepada pemerintah daerah.

Menutup pertemuan, Wahyu mengajak masyarakat untuk mulai mengambil peran aktif dalam mengatasi persoalan sampah.

“Mulai saja dari hal kecil, biasakan memilah sampah di rumah. Kalau itu dilakukan bersama-sama, saya yakin Cimahi bisa keluar dari persoalan ini,” pungkasnya. (Bagdja)

Exit mobile version