Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Persoalan infrastruktur kembali menjadi perhatian utama masyarakat, dalam kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Golkar, Indriasari Sih Dewanti ST, di GOR Yanuar, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.
Sekitar 100 warga menghadiri pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
Kegiatan reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat terkait persoalan yang dihadapi sehari-hari.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti sejumlah persoalan mendesak, terutama terkait kondisi drainase yang dinilai terlalu sempit dan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperparah potensi genangan hingga banjir di beberapa titik wilayah Cigugur.
Permasalahan drainase menjadi semakin kompleks karena di sejumlah lokasi saluran air tersebut berdekatan bahkan bercampur dengan instalasi kabel tanam milik Perusahaan Listrik Negara atau PLN.
Situasi ini dinilai menyulitkan upaya perbaikan maupun pelebaran saluran air karena harus memperhatikan aspek keamanan instalasi listrik.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan penataan infrastruktur secara terpadu agar persoalan banjir dapat ditangani secara maksimal. Selain drainase, perbaikan jalan lingkungan juga menjadi aspirasi yang banyak disampaikan dalam forum tersebut.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Indriasari Sih Dewanti yang akrab dipanggil Indri ini, menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan di tingkat legislatif.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam reses akan dihimpun untuk kemudian diperjuangkan melalui mekanisme anggaran maupun program pembangunan pemerintah daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat sebelumnya telah berhasil direalisasikan melalui program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Beberapa di antaranya berupa pengaspalan jalan lingkungan serta perbaikan akses jalan yang kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan pembangunan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut, terutama terkait sistem drainase yang menjadi bagian penting dalam penanganan banjir di kawasan permukiman.
Indriasari menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga Cigugur agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Kegiatan reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan dalam program pembangunan yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Melalui forum reses tersebut, masyarakat berharap berbagai persoalan infrastruktur, khususnya penanganan drainase dan perbaikan jalan lingkungan, dapat segera mendapatkan solusi sehingga kualitas lingkungan dan kenyamanan warga di wilayah Cigugur semakin meningkat. (Bagdja)
