Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di KB Darul Azkia, Kampung Leles, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, terus dikebut. Hingga Selasa (22/9/2026).
Progres pekerjaan tercatat telah mencapai sekitar 45 persen.
Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelayakan lingkungan pendidikan bagi anak-anak usia dini.
Sejumlah fasilitas sekolah dibenahi dan dikembangkan melalui tujuh menu pekerjaan yang telah ditetapkan dalam program revitalisasi.
Ketua P2SP KB Darul Azkia, Saepulloh, mengatakan pekerjaan revitalisasi mencakup sejumlah fasilitas penting yang berkaitan langsung dengan aktivitas pendidikan dan kenyamanan peserta didik.
“Di sini kapasitasnya sebagai Ketua P2SP program revitalisasi. Ada tujuh menu pekerjaan, di antaranya ruang administrasi, ruang kelas, MCK, halaman sekolah dan tempat bermain,” ujar Saepulloh saat ditemui, Selasa (22/9/2026).
Selain melakukan rehabilitasi terhadap fasilitas yang sudah ada, program tersebut juga mencakup pembangunan ruang kelas baru (RKB).
Kehadiran ruang tambahan itu diharapkan dapat semakin menunjang proses belajar mengajar sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih memadai bagi peserta didik.
Saepulloh mengungkapkan, proses pengerjaan hingga kini terus berjalan. Dengan capaian sekitar 45 persen, pihak sekolah bersama pelaksana berupaya menjaga ritme pekerjaan agar seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target.
“Progresnya sudah sekitar 45 persen. Kami terus berupaya agar pelaksanaannya berjalan sesuai target,” jelasnya.
Dibangun dari Keterbatasan, Kini Mendapat Dukungan Revitalisasi
Bagi keluarga besar KB Darul Azkia, program revitalisasi tersebut memiliki arti penting. Sekolah yang berdiri sejak 2008 itu selama bertahun-tahun berkembang secara bertahap dengan mengandalkan kemampuan internal dan keterbatasan pembiayaan secara mandiri.
Saepulloh menuturkan, pada awal berdiri, kegiatan pembelajaran KB Darul Azkia bahkan masih harus memanfaatkan ruangan dengan cara meminjam tempat di madrasah.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pengelola sekolah. Bersama yayasan, berbagai upaya dilakukan secara bertahap untuk membangun fasilitas pendidikan sendiri hingga akhirnya KB Darul Azkia memiliki sarana yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak.
Karena itu, bantuan revitalisasi yang diterima saat ini dinilai menjadi sebuah dukungan berarti dalam perjalanan panjang pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
“Apresiasi kami kepada pemerintah yang sudah membantu. Selama ini kami mendirikan dan mengembangkan sekolah ini dari keringat sendiri. Bagi kami, bantuan ini merupakan amanah yang luar biasa,” ungkap Saepulloh.
34 Anak Menanti Fasilitas Pendidikan yang Lebih Nyaman
Saat ini, KB Darul Azkia memiliki sekitar 34 peserta didik yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel).
Dengan jumlah peserta didik tersebut, peningkatan kualitas sarana dan prasarana dinilai penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung dalam lingkungan yang semakin aman, layak dan nyaman.
Revitalisasi bukan hanya menyangkut tampilan fisik bangunan, tetapi diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan belajar anak usia dini.
Ruang kelas, fasilitas sanitasi, halaman, hingga area bermain menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
Saepulloh berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga berharap hasil revitalisasi nantinya dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan pendidikan di KB Darul Azkia.
“Harapan kami, setelah revitalisasi selesai, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan fasilitas sekolah semakin baik,” pungkasnya. (Asan)
