Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Garut terus bergulir.
Kali ini, SDN Giriawas 1 yang berlokasi di Jalan PTPN VIII Cisaruni, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, menjadi salah satu penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan melalui rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah.
Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) Revitalisasi SDN Giriawas 1, Herdi, saat ditemui Rabu (4/11/2026), didampingi Bendahara Sekolah Hendri dan Konsultan Pengawas Angga Aditia, menjelaskan bahwa program revitalisasi tersebut mencakup perbaikan menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, serta tiga unit toilet.
“Semua ruang kelas mendapatkan rehabilitasi, termasuk ruang administrasi, perpustakaan, dan toilet,” jelas Herdi.
Menurutnya, proses pengerjaan telah berlangsung lebih dari dua bulan. Pihak pelaksana pun terus mengoptimalkan pekerjaan agar seluruh tahapan pembangunan, termasuk penyelesaian akhir atau finishing, dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Desember 2026.
Dalam pelaksanaannya, program revitalisasi tersebut menggunakan sistem swakelola dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Tercatat sebanyak 17 orang pekerja dilibatkan, terdiri atas tiga tenaga kerja lokal dari lingkungan setempat dan pekerja lainnya yang berasal dari Kecamatan Banjarwangi.
Selain progres rehabilitasi, Herdi juga menjelaskan mengenai pengelolaan material bekas hasil pembongkaran, seperti genting, kayu, dan kusen.
Seluruh material tersebut untuk sementara masih disimpan di lingkungan sekolah sambil menunggu ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaannya.
Ia menegaskan, material bekas yang merupakan bagian dari aset negara tidak dapat diperjualbelikan secara sembarangan.
Proses pemanfaatan maupun penghapusannya harus mengikuti petunjuk teknis dan ketentuan administrasi yang berlaku, termasuk melalui koordinasi dengan dinas terkait.
“Barang-barang bekas masih kami simpan di sini. Untuk menjualnya tentu tidak bisa sembarangan, karena harus ada proses penghapusan aset negara dan koordinasi dengan dinas terkait,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Herdi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Garut atas perhatian dan dukungan terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, khususnya di SDN Giriawas 1.
Menurutnya, bantuan revitalisasi tersebut menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, nyaman, dan menunjang proses pembelajaran.
“Kami dari pihak sekolah dan P2SP hanya sebagai pelaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. Mudah-mudahan program ini memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (Asan)
