AgamaBeritaBudayaInformatikaRagam Daerah

Ribuan Warga Padati Pawai Obor Tahun Baru Islam di Cimahi, Kehadiran Tunanetra Jadi Simbol Kebersamaan yang Mengharukan

518
Sekitar 3.000 peserta tumpah ruah di jalanan Kelurahan Cigugur, semangat hijrah dan inklusivitas mewarnai malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Sekitar 3.000 peserta tumpah ruah di jalanan Kelurahan Cigugur, semangat hijrah dan inklusivitas mewarnai malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Suasana malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kelurahan Cigugur, Kota Cimahi, berlangsung semarak dan penuh makna. Ribuan warga memadati ruas jalan mengikuti pawai obor yang digelar pada Senin (15/6/2026) malam.

Di tengah lautan peserta yang membawa obor dan melantunkan takbir serta puji-pujian kepada Allah SWT, terdapat pemandangan yang menyentuh hati. 

Sejumlah penyandang disabilitas tunanetra turut berjalan bersama masyarakat, membaur tanpa sekat dalam kemeriahan peringatan tahun baru umat Islam tersebut.

Dengan saling bergandengan tangan dan mendapat pendampingan dari warga, para penyandang disabilitas menyusuri rute pawai dengan penuh semangat. 

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa perayaan keagamaan adalah ruang bersama yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Salah seorang peserta tunanetra, Lestari, mengungkapkan rasa syukur karena dapat ikut merasakan semarak peringatan Tahun Baru Islam bersama ribuan warga lainnya.

“Kami juga ingin merasakan suasana Tahun Baru Islam. Kemeriahannya tidak hanya bisa dilihat, tetapi juga bisa dirasakan. Karena itu kami ikut berpartisipasi dalam pawai obor ini bersama warga lainnya,” ujar Lestari.

Momentum tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir. Banyak warga menilai keterlibatan penyandang disabilitas menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di lingkungan masyarakat Cigugur.

Sementara itu, Ketua Panitia, H Mumuh, mengaku terkejut dengan antusiasme warga yang jauh melampaui perkiraan panitia. Awalnya panitia hanya menargetkan sekitar seribu peserta, namun jumlah warga yang hadir mencapai tiga kali lipat.

“Awalnya kami memperkirakan sekitar seribu peserta. Namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa hingga jumlah peserta mencapai sekitar tiga ribu orang. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tertib,” katanya.

Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari warga Kelurahan Cigugur, tetapi juga melibatkan para santri dari Pondok Pesantren At-Taqwa yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Pawai obor yang menjadi tradisi menyambut Tahun Baru Islam itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.

Sepanjang perjalanan pawai, suasana religius begitu terasa. Cahaya ribuan obor yang menyala menerangi jalan-jalan lingkungan, berpadu dengan lantunan salawat dan takbir yang menggema dari para peserta.

Masyarakat berharap semangat hijrah yang menjadi makna utama Tahun Baru Islam dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Tidak hanya dalam bentuk peningkatan ibadah, tetapi juga melalui penguatan kepedulian sosial, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Cigugur pun menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan mampu menyatukan berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas, dalam satu momentum penuh makna dan keberkahan. (Bagdja)

Exit mobile version