Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Jalan Sukalaya, Kota Tasikmalaya, akan mulai melayani peserta BPJS Kesehatan per 1 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur RSIA, Polar Silumi, usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan.
Menurut Polar, saat ini RSIA masih melayani pasien umum. Namun, dengan adanya kerja sama tersebut, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini dapat mengakses layanan kesehatan di RSIA sesuai prosedur dan mekanisme rujukan yang berlaku.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Di Kota Tasikmalaya, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan sudah mencapai lebih dari 99 persen. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di RSIA,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Saat ini, RSIA masih berstatus rumah sakit khusus ibu dan anak sehingga layanan yang diberikan berfokus pada bidang kebidanan dan kesehatan anak.
Beberapa layanan yang tersedia antara lain persalinan normal, persalinan dengan komplikasi, operasi sesar, tindakan ginekologi, serta perawatan bayi dan anak.
Ke depan, manajemen RSIA berencana mengembangkan status rumah sakit menjadi rumah sakit umum.
Transformasi tersebut akan diikuti dengan penambahan berbagai layanan medis, seperti penyakit dalam, saraf, serta layanan multidisiplin lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
“Insya Allah ke depan RSIA akan berkembang menjadi rumah sakit umum. Karena itu kami harus melengkapi berbagai layanan, termasuk dokter spesialis penyakit dalam, saraf, dan disiplin ilmu lainnya. Ini menjadi pekerjaan rumah yang sedang kami persiapkan,” jelasnya.
Dengan dimulainya pelayanan BPJS Kesehatan pada Agustus mendatang, RSIA berkomitmen memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan optimal, termasuk administrasi dan mekanisme rujukan, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan dengan mudah dan nyaman.
“Harapan kami, per 1 Agustus 2026 seluruh pelayanan BPJS Kesehatan sudah berjalan sesuai ketentuan. Kami akan memastikan alur pelayanan jelas agar masyarakat tidak mengalami kendala saat mengakses layanan,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan ibu dan anak di Kota Tasikmalaya. Dengan tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan yang hampir menyeluruh, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pemeriksaan kehamilan maupun persalinan karena alasan biaya.
“Kami ingin RSIA menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi, dan anak. Ini bukan hanya tentang tempat persalinan, tetapi juga tentang keselamatan dan kualitas kesehatan keluarga,” tegas Polar.
Selain itu, RSIA terus mempersiapkan pengembangan sumber daya manusia, penambahan dokter spesialis, penguatan fasilitas medis, serta sistem rujukan yang terintegrasi guna mendukung rencana perubahan status menjadi rumah sakit umum.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan pelayanan persalinan dan kesehatan ibu-anak berjalan maksimal, sambil terus mempersiapkan pengembangan layanan yang lebih luas di masa mendatang,” pungkasnya. (Krist)
















