HukumKriminalRagam Daerah

Sadis! Gara-gara Utang Rp 900 Ribu, 5 Nyawa Satu Keluarga Melayang di Tangan Pelaku, Satu Keluarga Dibunuh dan Dikubur di Belakang Rumah

117
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi persoalan ekonomi dan dendam pribadi.

Bandung/secondnewsupdate.co.id – Kasus hilangnya satu keluarga di Kabupaten Indramayu akhirnya menemui titik terang.

Aparat dari Polda Jawa Barat bersama jajaran Polres Indramayu berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang menewaskan lima anggota keluarga sekaligus.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di wilayah Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Lima korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diduga menjadi korban pembunuhan sadis yang telah direncanakan matang oleh pelaku.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan kehilangan yang sempat membuat warga sekitar curiga.

Pasalnya, satu keluarga tersebut mendadak tidak bisa dihubungi selama beberapa hari. Aktivitas rumah korban pun tampak tidak biasa.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya menemukan fakta mengejutkan. Seluruh korban diduga telah dibunuh dan jasadnya dikuburkan dalam satu lubang di area belakang rumah.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi persoalan ekonomi dan dendam pribadi.

Menurut hasil pemeriksaan, tersangka utama berinisial RR menaruh sakit hati kepada korban utama lantaran uang pinjaman modal usaha minyak goreng senilai Rp900 ribu tak kunjung dikembalikan.

“Pelaku mengaku kesal karena pinjaman yang diberikan kepada korban tidak dibayar. Dari situlah muncul niat jahat yang kemudian berkembang menjadi rencana pembunuhan,” ujar Hendra kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Polisi mengungkap, aksi pembunuhan ini bukan tindakan spontan. Pelaku diketahui telah menyusun rencana sejak Agustus 2025 dan mengajak seorang rekannya untuk membantu eksekusi.

Keduanya menyiapkan alat berupa palu besi yang telah dimodifikasi agar mudah dibawa dan disembunyikan.

Pada hari kejadian, pelaku datang ke rumah korban dengan alasan membahas bisnis sembako. Situasi berubah mencekam ketika korban lengah saat berada di dapur untuk menyiapkan minuman.

Saat itulah pelaku melancarkan serangan brutal menggunakan palu ke bagian kepala korban.

Tak berhenti pada korban utama, pelaku kemudian menghabisi anggota keluarga lain yang berada di dalam rumah.

Korban terdiri dari ayah korban yang sudah lanjut usia, istri, serta dua anak yang masih di bawah umur. Salah satu korban balita ditemukan meninggal di area kamar mandi rumah.

Kasus ini membuat publik terguncang lantaran tingkat kekejaman pelaku dinilai sangat sadis.

Usai menghabisi seluruh korban, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membersihkan lokasi kejadian dan mengubur seluruh jenazah dalam satu liang sempit.

Bukan hanya itu, pelaku juga sempat mencoba mengecoh keluarga besar korban dengan mengoperasikan ponsel milik korban dan membuat aktivitas digital seolah-olah keluarga tersebut sedang bepergian.

“Pelaku sempat memperbarui status WhatsApp korban untuk mengelabui orang-orang terdekat,” kata Hendra.

Selain itu, kendaraan milik korban juga sempat digadaikan guna mendapatkan dana tambahan untuk pelarian.

Pelarian kedua tersangka akhirnya terhenti setelah tim gabungan berhasil melacak keberadaan mereka di wilayah Kedokan Bunder.

Saat hendak diamankan, kedua pelaku disebut melakukan perlawanan sehingga polisi mengambil tindakan tegas terukur.

Kini kedua tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kasus ini kini masih terus dikembangkan untuk mendalami kemungkinan adanya fakta baru maupun keterlibatan pihak lain.
(Burhan)

Exit mobile version