Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPolitikRagam Daerah

Serap Aspirasi 500 Warga Cimahi Selatan, Sri Hendarsih Tegaskan Reses Bukan Seremonial: Infrastruktur, PJU hingga UMKM Jadi Sorotan

711
×

Serap Aspirasi 500 Warga Cimahi Selatan, Sri Hendarsih Tegaskan Reses Bukan Seremonial: Infrastruktur, PJU hingga UMKM Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Cimahi dari Komisi I serta dari fraksi NasDem, Sri Hendarsih, saat menggelar Reses Masa Persidangan ke I tahun 2026

Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Ratusan warga memadati GOR Amanah di Jalan Kihapit Barat RT 11 RW 09, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Rabu (11/3/2026) kemarin.

Kehadiran mereka dalam kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai NasDem, Sri Hendarsih, menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada wakil rakyatnya.

Example 300x600

Sekitar 500 warga dari wilayah Kelurahan Leuwigajah, Cibeber, dan Utama hadir dalam pertemuan tersebut. 

Mereka memanfaatkan momentum reses untuk berdialog langsung terkait berbagai persoalan yang masih dirasakan di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Sri Hendarsih menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui pertemuan tatap muka seperti ini, pihaknya dapat memahami secara nyata kebutuhan warga yang perlu diperjuangkan di tingkat kebijakan.

500 konstituennya yang mendukung Sri Hendarsih hadir dalam acara reses masa persidangan I di GOR Amanah di Jalan Kihapit Barat RT 11 RW 09, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Rabu (11/3/2026) kemarin.

“Melalui reses ini kami bisa mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. Pertemuan seperti ini penting agar kami mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi dari Fraksi NasDem, Sri menegaskan bahwa dialog bersama masyarakat menjadi dasar dalam menyusun prioritas program pembangunan yang akan diperjuangkan di DPRD.

Suasana diskusi berlangsung terbuka dan penuh antusiasme. Warga menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak, mulai dari persoalan infrastruktur hingga dukungan terhadap perekonomian masyarakat.

Beberapa aspirasi utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut antara lain permintaan kelanjutan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), perbaikan jalan lingkungan yang menjadi akses mobilitas warga, serta penambahan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) demi meningkatkan keamanan di malam hari.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang membutuhkan lahan khusus agar penanganannya lebih terintegrasi. 

Di sektor ekonomi, warga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Cimahi Selatan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sri Hendarsih menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan penting yang akan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan maupun anggaran daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi yang disampaikan pada reses sebelumnya telah mulai direalisasikan, di antaranya program perbaikan rumah tidak layak huni serta pembangunan jalan setapak di beberapa titik lingkungan warga.

Menurutnya, realisasi tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap penyampaian saja, tetapi terus dikawal hingga masuk dalam program pemerintah daerah.

Anggota DPRD Kota Cimahi dari fraksi NasDem, Sri Hendarsih (ke enam dari kanan) foto bersama para panitianya

Sri menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal yang rutin dilaksanakan anggota dewan, melainkan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai dalam proses pengambilan kebijakan.

Di akhir kegiatan, ia berharap Pemerintah Kota Cimahi dapat lebih responsif terhadap kebutuhan prioritas masyarakat, khususnya di wilayah Cimahi Selatan.

“Saya akan terus berupaya menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, agar setiap aspirasi yang disampaikan dapat diwujudkan dalam program pembangunan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkasnya. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600