Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PendidikanRagam Daerah

Setelah 15 Tahun Merintis, TPA Al Ikhlas Bungbulang Akhirnya Miliki Ruang Kelas Sendiri

124
×

Setelah 15 Tahun Merintis, TPA Al Ikhlas Bungbulang Akhirnya Miliki Ruang Kelas Sendiri

Sebarkan artikel ini
Kepala TPA Al Ikhlas, Yeni Nuraeni, saat diwawancarai dan bangunan hasil revitalisasi yang telah rampung 100 persen setelah 15 tahun merintis pendidikan di Bungbulang, Garut.

Garut, Jabar l  secondnewsupdate.co.id – Setelah 15 tahun berjuang merintis pendidikan anak sejak 2011, Taman Pendidikan Anak (TPA) Al Ikhlas di Kampung Pasantren, RT 03/RW 05, Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, akhirnya memperoleh bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi angin segar bagi pengelola TPA Al Ikhlas yang selama ini masih menumpang di bangunan madrasah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Example 300x600

Kepala TPA Al Ikhlas, Yeni Nuraeni, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. 

Menurutnya, program revitalisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendorong kemandirian lembaga yang telah dirintisnya selama bertahun-tahun.

Hal itu disampaikan Yeni saat diwawancarai, ia menjelaskan, program revitalisasi mencakup tiga komponen utama, yakni pembangunan satu ruang kelas baru (RKB), penyediaan fasilitas sanitasi, serta penataan lingkungan sekolah. Rabu (14/10/2026).

Penataan lingkungan meliputi pembenahan halaman dan pembangunan pagar atau tembok pembatas untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas anak-anak.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan revitalisasi dengan tiga menu, yaitu satu ruang kelas baru, sanitasi, dan penataan lingkungan. Ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak,” ungkap Yeni.

Libatkan Pekerja Lokal, Wali Murid hingga Simpatisan

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan melibatkan pekerja lokal dari wilayah setempat. Wali murid dan para simpatisan juga turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Selain pembangunan fisik, bantuan revitalisasi juga mencakup pengadaan perlengkapan pembelajaran dan administrasi. 

Sarana yang disediakan antara lain meja guru, 22 meja anak, 22 kursi anak, rak tas, lemari administrasi, lemari buku, rak sepatu, papan absensi, serta kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Menurut Yeni, pekerjaan pembangunan telah dinyatakan rampung 100 persen pada 1 Oktober 2026.

Pihaknya juga telah menerima kunjungan monitoring dari fasilitator, termasuk melalui tahapan verifikasi dan visitasi.

Meski pembangunan fisik telah selesai, proses administrasi dan penyelesaian dokumen pendukung masih berlangsung.

Karena itu, serah terima serta pemanfaatan bangunan secara resmi masih menunggu penyelesaian tahapan administrasi tersebut.

“Sekarang masih menyelesaikan administrasi dan dokumen pendukung. Insyaallah, targetnya bulan ini sudah beres sehingga bisa dilakukan serah terima dan fasilitasnya segera digunakan untuk kegiatan belajar anak-anak,” jelasnya.

Jumlah Siswa Melonjak, Kebutuhan Sarana Ikut Meningkat

Di balik rampungnya pembangunan, TPA Al Ikhlas menghadapi tantangan dalam menyesuaikan kebutuhan sarana dengan pertumbuhan jumlah peserta didik.

Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), jumlah siswa saat ini tercatat mencapai 45 anak. 

Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan saat pengajuan bantuan revitalisasi dilakukan, ketika jumlah siswa masih 19 anak.

Sementara itu, pengadaan meja dan kursi anak dalam program revitalisasi masing-masing direncanakan sebanyak 22 unit.

Perbedaan antara jumlah siswa saat pengajuan bantuan dan kondisi terkini menjadi perhatian pengelola, terutama dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan pembelajaran agar seluruh anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman.

Kendati demikian, Yeni berharap ruang kelas baru beserta fasilitas pendukung yang telah dibangun dapat menjadi fondasi bagi pengembangan lembaga ke depan.

Selain meningkatkan kenyamanan belajar, keberadaan sarana yang lebih memadai diharapkan mampu menunjang peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan pengembangan kelembagaan, termasuk persiapan akreditasi.

Perjuangan Sejak 2011, Kini Menatap Kemandirian

Bagi Yeni, bantuan revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan jawaban atas harapan panjang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak di lingkungan Kampung Pasantren.

Sejak dirintis pada 2011, kegiatan belajar TPA Al Ikhlas selama bertahun-tahun masih memanfaatkan bangunan madrasah yang berada dalam lingkungan yayasan.

Meski mendapat kesempatan menggunakan fasilitas tersebut, pengelola tetap berkeinginan mengembangkan lembaga secara mandiri agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

“Kami merintis sejak 2011 dan baru mendapatkan bantuan pada 2026. Selama ini kami masih menumpang di madrasah. Walaupun masih dalam satu yayasan dan diberikan kesempatan menggunakan tempat tersebut, kami juga ingin berkembang dan memiliki fasilitas yang lebih memadai,” tuturnya.

Yeni menambahkan, bantuan tersebut memberikan harapan baru bagi pengelola, orang tua siswa, dan masyarakat yang selama ini ikut mendukung keberlangsungan pendidikan di TPA Al Ikhlas.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, atas dukungan melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.

Ucapan terima kasih itu disampaikan atas nama kepala satuan pendidikan, panitia P2SP, para orang tua siswa, serta tokoh masyarakat yang turut mendukung pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. Mudah-mudahan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan pendidikan anak-anak di TPA Al Ikhlas,” pungkasnya.

Rampungnya pembangunan revitalisasi ini diharapkan menjadi titik awal kemandirian TPA Al Ikhlas setelah 15 tahun merintis pendidikan. 

Lebih dari itu, kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan turut memperkuat akses masyarakat terhadap sarana pendidikan anak usia dini yang lebih layak di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600