BeritaInformatikaRagam Daerah

Siaga Bencana 2026! Polres Garut Libatkan TNI dan Pemda, Perkuat Kekuatan Lintas Sektoral Hadapi Ancaman Bencana

115
Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026 Dipimpin langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, didampingi Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, Kegiatan diikuti personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, serta berbagai instansi dan elemen terkait.

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Mengantisipasi potensi bencana alam yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, Polres Garut bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Garut, dan sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 204, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel, peralatan operasional, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Apel dipimpin langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, didampingi Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, Kegiatan diikuti personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, serta berbagai instansi dan elemen terkait.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut Hj. Mila Meliana, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Garut Yudhi Satriyo Nugroho, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Garut Jusdi Purmawan, perwakilan Kodim 0611/Garut, perwakilan Denpom III/2 Garut, para pejabat utama Polres Garut, kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, serta para Kapolsek jajaran Polres Garut.

Dalam arahannya, Syakur menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat.

TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan harus memiliki kesiapan dan pemahaman tugas masing-masing. 

Hal tersebut diperlukan agar setiap potensi ancaman bencana dapat diantisipasi melalui langkah yang cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Berbagai potensi bencana menjadi perhatian bersama, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, hingga kemungkinan bencana alam lainnya yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Garut.

Tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi, kesiapsiagaan juga harus dibangun melalui langkah mitigasi dan pencegahan sejak dini. 

Di antaranya pemetaan kawasan rawan bencana, pemantauan kondisi lingkungan, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta penguatan langkah preventif untuk menekan risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Sinergitas Lintas Sektoral Jadi Kunci Penanganan Bencana

Salah satu penekanan penting dalam apel tersebut adalah perlunya menghilangkan ego sektoral. 

Seluruh unsur yang terlibat diharapkan mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang solid sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun keterlambatan dalam mengambil tindakan di lapangan.

Setiap instansi harus memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, apabila terjadi bencana, proses evakuasi, pengamanan wilayah, pelayanan kesehatan, pendistribusian bantuan logistik, hingga penanganan warga terdampak dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.

Kapolres Garut AKBP Niko menyampaikan bahwa apel gelar pasukan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh personel beserta sarana dan prasarana pendukung dalam menghadapi potensi bencana.

“Melalui apel gelar pasukan ini, kami memastikan seluruh personel dan sarana prasarana berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Sinergitas TNI-Polri, Pemerintah Daerah, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana,” ujar Niko saat ditemui awak media.

Selain kesiapan personel, pengecekan terhadap kendaraan operasional, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, logistik, layanan kesehatan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya juga menjadi perhatian. 

Seluruh fasilitas tersebut harus dipastikan dalam kondisi baik dan siap dikerahkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

Deteksi Dini dan Respons Cepat Diperkuat

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui optimalisasi deteksi dini terhadap setiap indikasi maupun informasi mengenai potensi bencana.

Sistem peringatan dini, mekanisme pelaporan berjenjang, pemantauan kondisi wilayah, serta pengerahan personel secara efektif menjadi bagian penting dalam membangun pola penanganan bencana yang responsif.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan mengambil peran aktif dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan saluran air, memperhatikan kondisi kawasan rawan longsor, serta membangun budaya sadar bencana melalui semangat gotong royong.

Kepatuhan terhadap imbauan petugas dan kecepatan menyampaikan informasi apabila ditemukan tanda-tanda potensi bencana juga sangat diperlukan guna mengurangi risiko jatuhnya korban maupun kerugian material.

Seluruh proses penanggulangan bencana, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, hingga pemulihan pascabencana, harus senantiasa mengutamakan keselamatan jiwa manusia.

Melalui Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana 2026 ini, Polres Garut bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Garut, BPBD, dan seluruh unsur terkait menegaskan komitmen untuk memperkuat kesiapan menghadapi ancaman bencana.

Sinergi lintas sektoral diharapkan tidak sebatas menjadi kekuatan dalam kegiatan apel, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan demi memberikan perlindungan, rasa aman, serta pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut. (Agung)

Exit mobile version