InformatikaInternasionalPendidikanRagam Daerah

SMP Prima Cendekia Islami Baleendah Jalin Kerja Sama Internasional dengan Sekolah Indonesia Singapura

239
Para guru dan siswa PCI berfoto bersama perwakilan SIS usai kunjungannya, kemarin.

Kabupaten Bandung//secondnewsupdate.co.id Siswa-siswi SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, memperluas jejaring pendidikan global melalui kerja sama internasional dengan Sekolah Indonesia Singapura (SIS). 

Kolaborasi tersebut terjalin dalam agenda kunjungan akademik bertajuk Rihlah Ilmiah yang dilaksanakan pada Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IX SMP PCI yang menjalani program akademik tahunan selama lima hari di Singapura dan Malaysia. 

Program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan global, memperkaya pengalaman belajar, serta mempererat hubungan antarpelajar lintas negara.

Selama berada di Singapura, para siswa mengunjungi Sekolah Indonesia Singapura sebagai agenda utama, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke sejumlah destinasi wisata unggulan. 

Momen istimewa terjadi saat siswa SMP PCI bergabung bersama siswa SIS dan mengikuti sesi motivasi yang disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, Ph.D, secara daring.

Siswa-siswi SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, memperluas jejaring pendidikan global melalui kerja sama internasional dengan Sekolah Indonesia Singapura (SIS).

Prof. Atip menyambut positif kunjungan akademik SMP PCI ke Sekolah Indonesia Singapura.

Doktor lulusan Monash University, Australia tersebut memberikan motivasi agar para siswa terus mengejar prestasi dan mengembangkan potensi diri di tengah tantangan global. 

Ia juga berpesan agar pelajar Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, mampu memanfaatkan wawasan global untuk meningkatkan kualitas akademik dan karakter.

“Khusus bagi siswa SMP Prima Cendekia Islami, kunjungan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman akademik baru, tetapi juga membuka ruang untuk membangun jejaring kebersamaan serta pemahaman lintas budaya dalam lingkungan pendidikan internasional,” ujar Prof. Atip.

Usai sesi motivasi, siswa-siswi SMP PCI dan SIS terlibat dalam berbagai aktivitas bersama, mulai dari permainan edukatif hingga diskusi kelompok. 

Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk saling mengenal sekaligus menjalin pertemanan baru antar pelajar dari kedua sekolah.

Salah satu orang tua siswa SMP PCI mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi putra-putri mereka.

“Ini kesempatan luar biasa dan semoga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Dalam rangka penguatan kelembagaan, kunjungan ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMP Prima Cendekia Islami dan Sekolah Indonesia Singapura. 

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kepala SMP PCI, Beny Saputro, M.Pd., dan Kepala SIS, Semuel Kuriake Balubun, S.Pd., sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mengembangkan program kolaboratif ke depan.

Kepala Sekolah Indonesia Singapura, Semuel Kuriake Balubun, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum strategis untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan praktik pendidikan antara sekolah di Indonesia dan Singapura.

“Ke depan, kerja sama ini membuka peluang pertukaran pelajar, pendidik, maupun tenaga kependidikan agar dapat saling belajar dan memperkaya wawasan pendidikan global,” tuturnya.

Pembina Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Siti Komariah, Ph.D., yang turut mendampingi kunjungan tersebut, berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang terbuka, adaptif, dan memiliki pemahaman lintas budaya dalam konteks pendidikan internasional.

Ia menilai interaksi antara siswa dari Bandung dan Singapura menunjukkan pola hubungan yang saling melengkapi, hangat, dan berlandaskan nilai sosial. 

Menurut sosiolog Universitas Pendidikan Indonesia itu, siswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri memiliki karakter unik karena berada di persimpangan budaya Indonesia, sistem pendidikan nasional, dan lingkungan multikultural global, sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk dipelajari. (Apih)

Exit mobile version