Limbangan Garut// secondnewsupdate.co.id – Lonjakan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026 di jalur Limbangan–Malangbong, Kabupaten Garut, diantisipasi melalui penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way).
Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di ruas jalur nasional tersebut.
Jalur Limbangan–Malangbong menjadi salah satu titik krusial arus mudik karena menghubungkan kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya hingga wilayah Jawa Tengah.
Setiap musim mudik, ruas jalan ini rutin mengalami kemacetan akibat tingginya mobilitas pemudik dari berbagai daerah.
Petugas kepolisian di lapangan memberlakukan sistem one way secara situasional dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan arus lalu lintas.
Rekayasa ini umumnya diterapkan bagi kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya saat antrean kendaraan mulai memanjang.
Penerapan sistem satu arah dilakukan secara bertahap maupun parsial dengan durasi tertentu.
Kendaraan dari arah berlawanan dihentikan sementara guna memberikan prioritas kepada arus kendaraan yang mengalami kepadatan.
Setelah arus kembali normal, sistem lalu lintas dikembalikan menjadi dua arah seperti biasa.
Selain itu, petugas juga melakukan penyekatan serta penahanan kendaraan di sejumlah titik strategis, seperti persimpangan jalan dan kawasan SPBU.
Langkah ini bertujuan mengatur ritme kendaraan sebelum sistem one way diberlakukan. Dalam kondisi tertentu, rekayasa lalu lintas tersebut dapat diterapkan beberapa kali dalam sehari menyesuaikan dinamika arus kendaraan.
Kapolsek setempat menyampaikan bahwa strategi ini terbukti mampu mempercepat laju kendaraan sekaligus menekan tingkat kepadatan secara signifikan, terutama saat jam puncak arus mudik. Rabu (18/3/2026).
“Penerapan sistem one way ini bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi di lapangan. Tujuannya untuk mengurai kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik,” ujarnya.
Sebagai langkah pendukung, petugas juga melakukan pengaturan aktivitas pasar tumpah, penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan, serta pemasangan pembatas jalan untuk mengarahkan arus kendaraan agar tetap tertib.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan petugas serta tetap menjaga keselamatan selama perjalanan mudik. Sinergi antara petugas dan pengguna jalan diharapkan mampu menciptakan arus mudik Lebaran 2026 yang lancar, aman, dan tertib.
Dengan strategi yang terukur serta responsif terhadap kondisi lapangan, penerapan sistem one way di jalur Limbangan–Malangbong menjadi solusi efektif dalam menghadapi lonjakan kendaraan pemudik tahun ini. (Agung)
















