SNU//Cimahi – Siapa bilang kota tanpa sumber daya alam (SDA) tidak bisa berjaya secara ekonomi? Kota Cimahi baru saja membuktikan bahwa kreativitas manusia jauh lebih mahal harganya.
Melalui tangan dingin Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin), ratusan wirausaha baru kini dipersenjatai untuk mengguncang pasar nasional hingga internasional.
Dalam gelaran Wirausaha Baru (WUB) UMKM Naik Kelas 2025 yang digelar di Cimahi Technopark, Selasa (16/12),
Bukan tanpa alasan, sebanyak 260 pelaku usaha berkumpul untuk satu misi: Naik Kelas.

Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi “Amunisi” Lengkap
Pemerintah Kota Cimahi tidak main-main dalam memberikan dukungan.
Sebanyak 236 pelaku usaha langsung mendapatkan sertifikasi halal (reguler & self declare), 50 orang mendapat hak paten (HAKI), hingga fasilitasi desain kemasan kekinian yang siap bersaing di rak supermarket maupun media sosial.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung utama kota ini.
“Cimahi tidak punya tambang atau hutan, tapi kita punya otak dan kreativitas. UMKM adalah support ekonomi nyata yang menyerap tenaga kerja dan menekan pengangguran,” tegas Ngatiyana.
Jangan remehkan produk lokal Cimahi. Selain kuliner yang menggugah selera, sektor kerajinan seperti Batik khas Cimahi kini menjadi primadona. Tak berhenti di situ, inovasi terbaru berupa ecoprint yang melibatkan mahasiswa dan anak muda SMK mulai memasuki tahap produksi massal.
Buktinya? Salah satu binaan Cimahi, produk kopi milik Dendy Djuhari, sukses menembus nominasi Sampoerna Entrepreneurship. Ini menjadi bukti sahih bahwa kualitas produk “Kota Tentara” ini sudah setara dengan standar nasional.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menjelaskan bahwa target besar dari kegiatan ini adalah menciptakan sinergi.
“Kita ingin pelaku UMKM saling terhubung, bermitra, dan tumbuh bersama. Kami tingkatkan kapasitas mereka agar menjadi UKM yang mandiri dan inovatif,” ujar Hella.
Dengan ribuan UMKM binaan yang terus bertumbuh, Kota Cimahi kini bertransformasi menjadi laboratorium kreativitas yang produktif.
Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang agar ekonomi kerakyatan tetap kokoh berdiri di atas kaki sendiri.
260 orang (150 Wirausaha Baru, 110 UMKM Naik Kelas).

Fasilitasi: Sertifikasi Halal, HAKI, Desain Kemasan, & Branding Sosmed.
Sektor Unggulan: Kuliner, Tata Busana, Kerajinan (Batik & Ecoprint).
Prestasi: Produk kopi lokal masuk nominasi tingkat nasional.Tertarik melihat produk kreatif UMKM Cimahi secara langsung? (Bagdja)















