Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Tak Punya SDA, Cimahi “Sulap” Kreativitas Jadi Cuan: Ratusan UMKM Siap Naik Kelas dan Go Global!

3338
×

Tak Punya SDA, Cimahi “Sulap” Kreativitas Jadi Cuan: Ratusan UMKM Siap Naik Kelas dan Go Global!

Sebarkan artikel ini
Walikota Cimahi Ngatiyana secara simbolis memberikan penghargaan kepada UMKM terbaik

SNU//​Cimahi – Siapa bilang kota tanpa sumber daya alam (SDA) tidak bisa berjaya secara ekonomi? Kota Cimahi baru saja membuktikan bahwa kreativitas manusia jauh lebih mahal harganya. 

Melalui tangan dingin Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin), ratusan wirausaha baru kini dipersenjatai untuk mengguncang pasar nasional hingga internasional.

Example 300x600

​Dalam gelaran Wirausaha Baru (WUB) UMKM Naik Kelas 2025 yang digelar di Cimahi Technopark, Selasa (16/12),

Bukan tanpa alasan, sebanyak 260 pelaku usaha berkumpul untuk satu misi: Naik Kelas.

Hasil produk para UMKM Kota Cimahi yang sudah siap pemasarannya secara global

Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi “Amunisi” Lengkap

​Pemerintah Kota Cimahi tidak main-main dalam memberikan dukungan. 

Sebanyak 236 pelaku usaha langsung mendapatkan sertifikasi halal (reguler & self declare), 50 orang mendapat hak paten (HAKI), hingga fasilitasi desain kemasan kekinian yang siap bersaing di rak supermarket maupun media sosial.

​Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung utama kota ini.

​“Cimahi tidak punya tambang atau hutan, tapi kita punya otak dan kreativitas. UMKM adalah support ekonomi nyata yang menyerap tenaga kerja dan menekan pengangguran,” tegas Ngatiyana.

​Jangan remehkan produk lokal Cimahi. Selain kuliner yang menggugah selera, sektor kerajinan seperti Batik khas Cimahi kini menjadi primadona. Tak berhenti di situ, inovasi terbaru berupa ecoprint yang melibatkan mahasiswa dan anak muda SMK mulai memasuki tahap produksi massal.

​Buktinya? Salah satu binaan Cimahi, produk kopi milik Dendy Djuhari, sukses menembus nominasi Sampoerna Entrepreneurship. Ini menjadi bukti sahih bahwa kualitas produk “Kota Tentara” ini sudah setara dengan standar nasional.

​Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menjelaskan bahwa target besar dari kegiatan ini adalah menciptakan sinergi.

“Kita ingin pelaku UMKM saling terhubung, bermitra, dan tumbuh bersama. Kami tingkatkan kapasitas mereka agar menjadi UKM yang mandiri dan inovatif,” ujar Hella.

​Dengan ribuan UMKM binaan yang terus bertumbuh, Kota Cimahi kini bertransformasi menjadi laboratorium kreativitas yang produktif. 

Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang agar ekonomi kerakyatan tetap kokoh berdiri di atas kaki sendiri.

260 orang (150 Wirausaha Baru, 110 UMKM Naik Kelas).

Walikota Cimahi Ngatiyana dalam sambutannya menjelaskan Cimahi tidak punya tambang atau hutan, tapi kita punya otak dan kreativitas. UMKM adalah support ekonomi nyata yang menyerap tenaga kerja dan menekan pengangguran

Fasilitasi: Sertifikasi Halal, HAKI, Desain Kemasan, & Branding Sosmed.

Sektor Unggulan: Kuliner, Tata Busana, Kerajinan (Batik & Ecoprint).

Prestasi: Produk kopi lokal masuk nominasi tingkat nasional.​Tertarik melihat produk kreatif UMKM Cimahi secara langsung? (Bagdja)

banner
Example 120x600