Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaOlah RagaRagam Daerah

Tancap Gas Di Tengah Krisis! Dispora, KONI Kabupaten Bandung Ngebut Hadapi Porprov Jabar 2026, Atlet Tetap Membara Meski Anggaran Seret

103
×

Tancap Gas Di Tengah Krisis! Dispora, KONI Kabupaten Bandung Ngebut Hadapi Porprov Jabar 2026, Atlet Tetap Membara Meski Anggaran Seret

Sebarkan artikel ini
Para pimpinan Cabor menjadi mendengarkan paparan Ketua Umum KONI kabupaten Bandung dalam rapat antara pimpinan KONI dan para ketua Cabor di aula Dispora komplek stadion si Jalak Harupat, Jumat (10/4/26) siang.

Kab Bandung// secondnewsupdate.co.id – Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, semangat juang tak surut.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung resmi “tancap gas” meski dihantam keterbatasan anggaran yang tidak ringan.

Example 300x600

Ajang multi-event terbesar tingkat provinsi ini dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok. 

Ketua Umum KONI kabupaten Bandung HbYana Suryana S.Pd.I, (kedua dari kanan) memimpin rapat kordinasi dengan para ketua Cabor di aula Dispora kabupaten Bandung, Jumat (10/4/26).

Bagi Kabupaten Bandung, ini bukan sekadar kompetisi—melainkan panggung pembuktian harga diri daerah.

Suasana serius penuh determinasi tampak dalam rapat strategis yang digelar di kantor Dispora Kabupaten Bandung, Jumat (10/4/2026). 

Forum ini menjadi titik krusial untuk menyatukan visi, mengukur kekuatan, dan memetakan tantangan menjelang Porprov.

Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, secara terbuka mengungkap kondisi yang dihadapi. 

Ia menyebut penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga hampir Rp948 miliar menjadi pukulan berat bagi struktur APBD 2026.

“Situasi ini jelas tidak ideal. Tapi ini bukan alasan untuk mundur. Ini soal harga diri Kabupaten Bandung di panggung olahraga,” tegas Dicky.

Kondisi fiskal yang menekan membuat pemerintah harus melakukan kalkulasi ulang terhadap berbagai program, termasuk pembinaan atlet menuju Porprov dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda). 

Namun, komitmen untuk tetap berprestasi ditegaskan sebagai harga mati.

Dispora kini menaruh harapan besar pada APBD Perubahan 2026 yang akan dibahas pada Agustus–September mendatang. Momentum ini dinilai menjadi peluang terakhir untuk menutup kekurangan anggaran.

“Kami berharap kebutuhan Porprov dan Peparda bisa terakomodasi. Tapi tentu keputusan akhir ada di TAPD,” jelasnya.

Di sisi lain, Dicky juga menyoroti dinamika internal, Ia menyayangkan adanya sejumlah cabang olahraga (cabor) yang berkomunikasi langsung dengan legislatif tanpa melalui KONI atau Dispora.

“Aspirasi itu sah, tapi harus dalam koridor. KONI adalah wadah resmi. Kalau kompak, suara kita jauh lebih kuat,” tegasnya lagi.

KONI Konsolidasikan Kekuatan, Cabor Tetap Optimis

Menindaklanjuti rapat bersama Dispora, KONI Kabupaten Bandung langsung bergerak cepat dengan menggelar konsolidasi bersama seluruh cabang olahraga.

Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, H. Yana Suryana, menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan menyatukan persepsi sekaligus menjaga semangat juang para atlet.

“Alhamdulillah, para pimpinan cabor tetap optimis. Atlet kita masih punya semangat juang tinggi. Ini modal utama,” ungkap Yana.

Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan bersama, namun seluruh cabor memahami situasi tersebut dan tetap solid mendukung perjuangan atlet.

“Di Porprov inilah Kabupaten Bandung dipertaruhkan—antara keterbatasan dan tekad yang tak boleh luntur,” tegasnya.

Optimisme juga datang dari Ketua Pengcab Pordasi, Anggi Natesha Gunadie, yang menargetkan medali emas berbekal hasil positif di Babak Kualifikasi (BK).

“Insya Allah kami siap bertarung. Modal emas di BK jadi bekal penting menuju Porprov,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Cabor Binaraga, H. Berry, yang memastikan timnya tetap kompak dan siap memberikan kejutan.

“Kami realistis, tapi tetap optimis. Atlet kami siap membuktikan yang terbaik meski dalam keterbatasan,” katanya.

Antara Tekanan Anggaran dan Ambisi Prestasi

Porprov Jabar 2026 menjadi ujian nyata bagi Kabupaten Bandung. Di satu sisi, tekanan anggaran membayangi. 

Di sisi lain, ambisi prestasi tak boleh padam, kolaborasi antara Dispora, KONI, dan seluruh cabor kini menjadi kunci. Tanpa soliditas, mimpi besar akan sulit terwujud.

Namun dengan semangat kolektif, keterbatasan bisa diubah menjadi kekuatan.

Satu hal yang pasti, Kabupaten Bandung tak datang ke Porprov sekadar meramaikan—mereka datang untuk bertarung. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600