PendidikanRagam Daerah

Terharu! Revitalisasi TKN Pembina Cikelet Tembus 90 Persen, Naning Yuningsih Kini Miliki Ruang Kelas Baru

125
Kepala TKN Pembina Cikelet, Naning Yuningsih, saat dikonfirmasi dirinya tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya atas bantuan pemerintah tersebut.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Penantian panjang untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih layak akhirnya mulai terwujud. 

Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Pembina Cikelet, yang berlokasi di Jalan Raya Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menjalani pembenahan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala TKN Pembina Cikelet, Naning Yuningsih, tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya atas bantuan pemerintah tersebut. 

Program revitalisasi ini dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang selama ini dinantikan untuk menunjang kenyamanan anak-anak dalam belajar.

Saat ditemui di lingkungan sekolah, Naning menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan satu ruang kelas baru (RKB), pembangunan toilet, rehabilitasi satu ruang kelas, serta penataan lingkungan sekolah. Rabu (21/10/2026).

Progres pekerjaan yang pada pekan sebelumnya mencapai 82 persen kini diperkirakan telah melampaui 90 persen. Pekerjaan yang masih tersisa terutama berupa penataan lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, pembangunan toilet dan rehabilitasi ruang kelas sudah rampung. Sekarang tinggal penataan lingkungan. Mudah-mudahan semuanya segera selesai,” ungkap Naning.

Ruang Kelas Baru Jadi Jawaban Kebutuhan Sekolah

Pelaksanaan program revitalisasi dilakukan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan mekanisme swakelola. 

Sebanyak 10 tenaga kerja dilibatkan dalam pengerjaan pembangunan tersebut.

Bagi TKN Pembina Cikelet, penambahan ruang kelas baru menjadi kebutuhan penting. Saat ini, sekolah tersebut memiliki 40 peserta didik yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel), sementara sebelumnya hanya tersedia dua rombel.

Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran agar berlangsung lebih tertib, nyaman, dan optimal.

“Dengan adanya ruang kelas baru ini, tentu sangat membantu kami. Anak-anak nantinya bisa belajar dengan lebih nyaman dan tenang,” tuturnya.

Saat Hujan, Ruang Kelas Tak Optimal Digunakan

Di balik kebahagiaan tersebut, Naning mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah sebelum direvitalisasi memang membutuhkan perhatian serius.

Salah satu ruang kelas bahkan tidak dapat digunakan secara optimal ketika hujan turun.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak usia dini. 

Keterbatasan fasilitas membuat perbaikan bangunan menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi diabaikan.

Karena itu, terealisasinya program revitalisasi menjadi momen emosional bagi Naning dan seluruh keluarga besar TKN Pembina Cikelet. 

Bantuan tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan yang lebih baik, melainkan juga memberikan harapan baru bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Kalau mengingat kondisi sekolah sebelumnya, saya benar-benar terharu. Bahkan tadi rasanya ingin menangis karena saking senangnya. Alhamdulillah, sekarang sekolah kami mendapatkan bantuan yang memang sangat dibutuhkan,” katanya.

Apresiasi untuk Presiden Prabowo dan Pemerintah

Atas terealisasinya bantuan revitalisasi tersebut, Naning menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Garut, serta semua pihak yang telah mendukung dan mengusulkan bantuan bagi sekolahnya.

Ia berharap perhatian terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus berlanjut, terutama bagi sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran, Bapak Menteri, Pemerintah Kabupaten Garut, dan semua pihak yang telah mengusulkan, mendukung, hingga bantuan ini bisa terealisasi di sekolah kami,” ucapnya.

Naning juga mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerataan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan. 

Ia berharap semakin banyak sekolah yang memperoleh bantuan serupa sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka.

“Harapan kami, mudah-mudahan ke depan masih ada bantuan untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekali lagi, terima kasih kepada pemerintah. Semoga semua pihak yang telah membantu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam segala urusannya,” pungkas Naning.

Dengan progres pembangunan yang diperkirakan telah melampaui 90 persen, TKN Pembina Cikelet kini menantikan penyelesaian seluruh pekerjaan revitalisasi. 

Harapannya, fasilitas yang semakin memadai dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut. (Asan)

Exit mobile version