BeritaEkonomiRagam Daerah

Tindak Lanjuti Keluhan Warga di Media Sosial, Wabup Garut Kunjungi Pasar Andir Terkait Stok Gas

119
Wakil Bupati Garut Putri Karlina saat memberikan pernyataan kepada media usai meninjau distribusi LPG di Pasar Andir, Kabupaten Garut.

Bayongbong Garut// secondnewsupdate.co.id – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan kunjungan ke Pasar Andir Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (13/3/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Garut.

Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat di media sosial terkait isu kelangkaan dan lonjakan harga gas LPG 3 kilogram yang meresahkan warga.

Putri Karlina menjelaskan, awalnya inspeksi mendadak (sidak) direncanakan berlangsung di Pasar Kadungora. Namun setelah mencermati berbagai komentar warga di media sosial yang menyampaikan kondisi pangkalan LPG di wilayah Bayongbong secara cukup rinci, ia memutuskan untuk mengalihkan kunjungan ke Pasar Andir.

“Ternyata memang benar. Bagus juga ada warga yang menyampaikan informasi dengan cukup lengkap mengenai kondisi pangkalan. Intinya kita semua harus punya peran,” ujar Putri.

Berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan pihak Pertamina melalui Sales Branch Manager (SBM) wilayah Garut, Putri menegaskan bahwa secara teknis tidak terjadi kelangkaan pasokan LPG. Data menunjukkan distribusi gas di Kabupaten Garut masih dalam kondisi aman dengan trafik distribusi yang normal.

Meski demikian, ia menyoroti adanya disparitas harga yang cukup tajam di tingkat pengecer atau warung kecil. Jika harga di pangkalan resmi masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), di tingkat warung harga gas dilaporkan melonjak hingga Rp25.000 sampai Rp30.000 per tabung, hampir dua kali lipat dari harga normal.

“Kami menyarankan masyarakat untuk membeli gas di pangkalan resmi. Namun ketika pangkalan kehabisan, masyarakat akhirnya membeli di warung. Di sinilah ada potensi penimbunan kecil di tingkat warung-warung,” jelasnya.

Menjelang Lebaran, Putri mengaku telah menginstruksikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) untuk segera melakukan konsolidasi dengan para agen LPG, Hiswana Migas, serta pihak Pertamina.

Selain itu, Inspektorat Kabupaten Garut juga akan dilibatkan dalam kolaborasi lintas instansi guna melakukan pengawasan melalui satuan tugas (satgas). Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik penimbunan maupun spekulasi harga di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Putri juga menyoroti kenaikan harga minyak goreng yang kini mencapai Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter, dari sebelumnya berada di bawah Rp20.000 per liter.

“Kalau gas sebenarnya bukan hanya soal harga, tetapi juga karena stok yang sering tidak tersedia di pangkalan sehingga masyarakat harus membeli di warung. Untuk minyak goreng memang ada kenaikan dari yang sebelumnya di bawah Rp20.000 menjadi sekitar Rp23.000 sampai Rp25.000 per liter,” katanya.

Putri Karlina menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berpihak kepada kepentingan masyarakat. 

Meski diakui penanganan ini dilakukan di tengah tekanan pasar menjelang hari raya, ia memastikan pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (Asan)

Exit mobile version