Bandung Barat// secondnewsupdate.co.id – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, jadi sorotan.
Ketua Komisi IV, Siti Hediati Soeharto, (atau lengkapnya Siti Hediati Hariyadi) yang akrab dipanggil Titiek Soeharto, (mantan istri Presiden Prabowo Subianto) serta putri keempat mantan Presiden Soeharto yang juga merupakan seorang politikus dan pengusaha Indonesia.
menyinggung tingginya ketergantungan impor bawang putih nasional yang masih mendominasi hingga sekitar 95 persen.
Rombongan legislatif tersebut meninjau langsung fasilitas Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Tansa), termasuk gudang perbenihan bawang putih dan berbagai komoditas hortikultura.

Agenda ini bertujuan memastikan kesiapan benih unggul dalam mendukung produksi dalam negeri.
Sementara itu, Titiek menegaskan persoalan utama dalam pengembangan bawang putih nasional bukan terletak pada lahan, melainkan ketersediaan benih berkualitas.
Ia menilai riset dan pengembangan benih masih perlu diperkuat agar produksi dalam negeri bisa bersaing.
“Tanah kita sebenarnya mendukung, tapi benih unggulnya masih terbatas. Ini yang harus jadi perhatian serius,” kata Titiek.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa pembenahan di sektor hulu, khususnya benih, upaya menekan impor akan sulit tercapai.
Karena itu, penguatan riset dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap program strategis di sektor pertanian.
Selain itu, kehadiran aparat kepolisian memastikan seluruh agenda berjalan kondusif, sehingga tujuan peningkatan kualitas benih dan produksi sayuran nasional dapat tercapai.
Di lokasi, Niko N Adi Putra yang menjabat Kapolres Cimahi tampak mendampingi jalannya kunjungan.
Ia memastikan pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar kegiatan berlangsung tanpa hambatan.
“Kami menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Ini bagian dari dukungan kami terhadap agenda nasional,” ujarnya.
Tak hanya soal keamanan, kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk ikut menyukseskan program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Menurutnya, stabilitas dan kelancaran kegiatan strategis menjadi faktor penting dalam mendorong hasil optimal. (Bagdja)
















