Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaLingkungan HidupRagam Daerah

TPA Sarimukti Terancam Penuh Oktober 2026, DLH Cimahi Siapkan Jurus Darurat! Mesin Pengolah Sampah hingga Edukasi Sekolah Dikebut

669
×

TPA Sarimukti Terancam Penuh Oktober 2026, DLH Cimahi Siapkan Jurus Darurat! Mesin Pengolah Sampah hingga Edukasi Sekolah Dikebut

Sebarkan artikel ini
Kota Cimahi kini bergerak cepat menyusun langkah antisipasi menyusul terbatasnya daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat yang diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga Oktober 2026.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Ancaman krisis sampah mulai membayangi sejumlah daerah di Jawa Barat. 

Kota Cimahi kini bergerak cepat menyusun langkah antisipasi menyusul terbatasnya daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat yang diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga Oktober 2026.

Example 300x600

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi pun mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti sekaligus memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Kota Cimahi, Beny Gunadi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait rencana bantuan mesin pengolah sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu solusi menghadapi potensi darurat sampah tersebut.

Menurut Beny, bantuan alat pengolahan sampah itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat daerah sehingga ketergantungan terhadap TPA Sarimukti dapat berkurang secara bertahap.

“Informasi yang kami terima memang akan ada bantuan mesin pengolah sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun untuk jumlah maupun lokasi penempatannya masih menunggu keputusan lebih lanjut,” ujarnya. Jum’at (12/6/2026).

Selain menunggu bantuan tersebut, DLH Kota Cimahi juga terus mengoptimalkan fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia. 

Salah satunya adalah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Santiong yang berada di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Jika beroperasi secara maksimal, TPST Santiong disebut mampu mengolah hingga 85 ton sampah setiap harinya. 

Kapasitas tersebut dinilai cukup signifikan untuk membantu mengurangi beban sampah yang selama ini dikirim ke TPA Sarimukti.

Namun demikian, hingga saat ini pengoperasian TPST tersebut masih belum mencapai kapasitas ideal. Karena itu, DLH terus melakukan berbagai upaya pembenahan agar fasilitas tersebut dapat bekerja lebih optimal.

Tidak hanya TPST Santiong, sejumlah TPST lainnya serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang tersebar di wilayah Kota Cimahi juga akan diperkuat fungsinya. 

Program pengolahan sampah berbasis maggot dan pengembangan bank sampah turut menjadi bagian dari strategi jangka menengah yang sedang digencarkan pemerintah daerah.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat sejak dini. Untuk itu, DLH Kota Cimahi menggandeng Dinas Pendidikan Kota Cimahi guna memperluas edukasi pengelolaan sampah ke lingkungan sekolah.

Melalui program tersebut, para siswa didorong untuk memahami pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari bangku sekolah. 

Kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membuang sampah sesuai jenisnya terus disosialisasikan kepada peserta didik.

Pemerintah berharap pendidikan lingkungan sejak usia dini mampu membentuk budaya baru yang lebih peduli terhadap persoalan sampah.

Beny menegaskan, keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi atau fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. 

Ia menilai langkah paling mendasar yang harus dilakukan warga adalah memilah sampah dari rumah tangga sebelum dibuang.

Menurutnya, pemisahan sampah organik dan anorganik dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA. Jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga, beban TPA Sarimukti dapat ditekan secara signifikan.

“Pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang. Kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan ancaman penuh sesaknya TPA Sarimukti yang semakin dekat, Kota Cimahi kini berpacu dengan waktu. 

Optimalisasi fasilitas pengolahan, dukungan teknologi, edukasi lingkungan, hingga perubahan perilaku masyarakat menjadi senjata utama untuk mencegah terjadinya krisis sampah yang lebih besar di masa mendatang. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600