Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaInformatikaRagam DaerahSejarah

Tradisi Seba Badui 2026 Digelar April, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya di Lebak

1617
×

Tradisi Seba Badui 2026 Digelar April, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya di Lebak

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Badui melaksanakan acara seba dengan mengunjungi kepala daerah Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H., dan Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP. untuk mengungkapkan rasa syukur atas pertanian ladang menghasilkan produksi pangan dan peningkatan ekonomi (secondnewsupdate.co.id/ANTARA)

Lebak Banten// secondnewsupdate.co.id – Masyarakat adat Badui di Kabupaten Lebak kembali bersiap menggelar tradisi tahunan Seba Badui yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026. 

Ritual sakral ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah.

Example 300x600

Tradisi Seba merupakan agenda penting bagi masyarakat Badui, baik dari kelompok Badui Dalam maupun Badui Luar. 

Dalam pelaksanaannya, warga akan berjalan kaki menuju pusat pemerintahan untuk bertemu Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H, dan Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP. membawa hasil bumi sebagai bentuk persembahan.

Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, menyampaikan bahwa persiapan terus dilakukan oleh masyarakat di berbagai kampung adat. 

Saat ini, pendataan peserta tengah berlangsung, mengingat tradisi ini melibatkan warga dari puluhan perkampungan di wilayah adat.

“Pelaksanaan Seba Badui tahun ini diharapkan berjalan lancar dan khidmat,” ujarnya.

Dalam ritual tersebut, masyarakat Badui akan membawa berbagai hasil pertanian ladang seperti pisang, beras, gula merah, petai, talas, hingga tepung laksa. 

Semua hasil bumi itu menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas keberkahan panen yang menopang kehidupan mereka.

Tradisi Seba sendiri biasanya dilaksanakan setelah rangkaian ritual Kawalu selesai, yakni masa sakral bagi masyarakat Badui untuk menjalani puasa dan penyucian diri. 

Setelah itu, Seba menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara masyarakat adat dengan pemerintah.

Selain nilai budaya yang kental, kegiatan ini juga memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Yosep M Holis, menargetkan puluhan ribu wisatawan akan datang menyaksikan tradisi tersebut.

“Tahun ini masuk kategori Seba Leutik dengan partisipasi sekitar 1.500 warga Badui, namun kami optimistis jumlah pengunjung bisa mencapai 46 ribu orang,” jelasnya.

Untuk mendukung daya tarik wisata, pemerintah daerah juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti pameran produk UMKM, bazar ekonomi kreatif, serta pertunjukan seni dan budaya khas Banten.

Upaya inovasi terus dilakukan agar tradisi Seba Badui tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. 

Pemerintah berharap event ini semakin dikenal luas, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tradisi Seba Badui bukan sekadar seremoni, melainkan wujud harmoni antara manusia, alam, dan pemerintah yang terus dijaga oleh masyarakat adat hingga kini. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600