Kabupaten Garut//secondnewsupdate.co.id –Pengelola kawasan wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, mulai menerapkan sistem e-ticketing sebagai upaya modernisasi pengelolaan retribusi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meski dinilai lebih tertata, penerapan sistem tiket elektronik ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
Kepala UPT Situ Bagendit Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Wawan Kulnaedin, mengatakan penggunaan e-ticketing membuat sistem pemasukan retribusi menjadi lebih terstruktur dan transparan dibandingkan metode manual.
“Dengan sistem elektronik, beban kerja petugas lebih ringan karena tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi tiket masuk dan keluar secara manual seperti sebelumnya,” ujar Wawan, Kamis (29/1/2026).
Namun demikian, ia mengakui penerapan e-ticketing belum berjalan sepenuhnya optimal. Sejumlah kendala teknis masih kerap muncul, mulai dari gangguan perangkat, mati listrik, hingga jaringan sistem yang tidak stabil.
“Ketika mesin e-ticketing tidak bisa dioperasikan, terpaksa kami kembali menggunakan sistem manual agar pelayanan kepada wisatawan tetap berjalan,” jelasnya.
Menurut Wawan, saat ini penggunaan e-ticketing di Situ Bagendit masih dalam tahap uji coba. Evaluasi terus dilakukan untuk menyempurnakan sistem, baik dari sisi teknologi maupun kesiapan sumber daya manusia.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik melalui sistem elektronik maupun manual, sambil menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Ia optimistis, jika e-ticketing dapat berjalan maksimal, sistem ini mampu menekan potensi kebocoran pendapatan serta mendukung pencapaian target PAD Kabupaten Garut tahun 2026.
Situ Bagendit sendiri menjadi salah satu destinasi unggulan yang diandalkan untuk mendongkrak pendapatan daerah.
Untuk target PAD tahun 2026, Disparbud Garut menargetkan angka yang relatif sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp1,2 miliar lebih dari kawasan wisata Situ Bagendit.
Ke depan, Wawan menilai peningkatan jumlah wisatawan juga harus diimbangi dengan penambahan fasilitas serta biaya operasional pemeliharaan kawasan, terutama dalam penanganan gulma eceng gondok yang kerap menutupi permukaan danau Situ Bagendit. (Agung)















