Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineInformatikaRagam DaerahTeknologi

Underpass Gatot Subroto Cimahi Segera Dibangun, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di 28 Titik

981
×

Underpass Gatot Subroto Cimahi Segera Dibangun, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di 28 Titik

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan persiapan di lapangan telah memasuki tahap akhir. Rekayasa lalu lintas dirancang untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan persiapan penutupan ruas jalan sekaligus pemberlakuan rekayasa lalu lintas sebagai dampak pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto dan pemeliharaan berkala Jembatan Pemkot Cimahi. Kamis (20/8/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan persiapan di lapangan telah memasuki tahap akhir. 

Example 300x600

Rekayasa lalu lintas dirancang untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

“Hari ini kita sedang persiapan akhir untuk penutupan jalan sekaligus pemberlakuan rekayasa lalu lintas, baik dalam rangka pembangunan Underpass Gatot Subroto maupun rekayasa lalu lintas dalam rangka perbaikan berkala atau pemeliharaan berkala Jembatan Pemkot,” ujar Endang.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara parsial. Sedikitnya terdapat 28 titik yang menjadi perhatian dan memerlukan pengaturan selama pembangunan underpass dan pekerjaan pemeliharaan jembatan didepan Kantor Walikota Cimahi yang sedang berlangsung.

Untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal, Dishub Kota Cimahi menggandeng berbagai unsur, mulai dari personel Dinas Perhubungan, jajaran Polres Cimahi, hingga dukungan personel TNI.

Keterlibatan lintas instansi tersebut dinilai penting mengingat perubahan arus kendaraan berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama pada sejumlah persimpangan yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah.

Dishub Antisipasi Titik Rawan Kepadatan

Endang mengungkapkan, potensi kepadatan kendaraan diperkirakan akan terjadi di sejumlah persimpangan yang menjadi bagian dari jalur pengalihan.

Karena itu, personel gabungan akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk melakukan pengaturan arus kendaraan secara langsung.

“Potensi kepadatan ini akan terjadi di beberapa titik, terutama yang berada di persimpangan. Untuk itu kita akan menempatkan personel untuk mengatur di sejumlah titik rekayasa lalu lintas. Sudah kita persiapkan rencana pengalihan arus,” katanya.

Dishub Kota Cimahi telah menyiapkan beberapa skenario pengalihan berdasarkan jenis dan ukuran kendaraan. 

Kebijakan tersebut dibuat agar kendaraan kecil maupun kendaraan berat tetap memiliki jalur pergerakan selama pekerjaan pembangunan berlangsung.

Kendaraan Kecil Dialihkan Melalui Padalarang? Ini Jalur yang Disiapkan

Untuk kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) atau kendaraan kecil, arus lalu lintas akan diarahkan melalui sejumlah ruas alternatif.

Kendaraan dapat melintas melalui kawasan Padasuka, baik melalui Jalan Usman Domiri maupun Jalan Padasuka Indah. 

Selanjutnya kendaraan diarahkan menuju kawasan Padasuka, kemudian menuju kawasan Dustira, Warung Contong, Jalan Sudirman, hingga masuk ke wilayah Baros.

Skema tersebut diharapkan mampu membagi beban lalu lintas sehingga tidak seluruh kendaraan bertumpu pada satu ruas jalan.

Selain itu, kendaraan tertentu masih dapat menggunakan Jalan Gatot Subroto sebelum diarahkan menuju jalur alternatif melalui kawasan Pasir Pemi, kemudian menuju kawasan Baros.

Bus dan Truk Besar Tak Bisa Sembarangan Melintas

Sementara itu, untuk kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk, Dishub menyiapkan skema tersendiri.

Kendaraan berat akan diarahkan melalui Jalan Amir Mahmud, kemudian menuju kawasan Cimindi, Leuwigajah, Jalan Mahar Martanegara, dan selanjutnya dapat mengambil akses menuju jalan tol.

Rekayasa tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan sekaligus menghindari penumpukan kendaraan besar pada ruas yang kapasitasnya terbatas akibat adanya pekerjaan konstruksi.

Dishub juga menyiapkan pilihan bagi kendaraan yang hendak menuju akses tol maupun kawasan selatan Cimahi.

Arus dari Selatan Relatif Tetap

Endang menjelaskan, kendaraan yang datang dari arah selatan, termasuk dari akses tol maupun kawasan Leuwigajah, pada prinsipnya tidak mengalami perubahan signifikan.

Arus kendaraan masih dapat menggunakan jalur yang selama ini menjadi rute perjalanan.

Namun, terdapat pengecualian bagi kendaraan besar, khususnya bus dan truk, yang membutuhkan pengaturan tersendiri ketika melakukan perjalanan kembali menuju arah selatan.

“Kalau dari arah selatan, dari akses tol maupun dari arah Leuwigajah, ini tidak ada perubahan. Jadi melewati jalur yang biasa dilewati melalui underpass. Kecuali bus-bus besar mungkin. Kalau untuk arah utara, bus besar pun masih bisa lewat, kecuali untuk kembalinya ke arah selatan. Ini yang kita rekayasa untuk melewati jalur timur,” jelas Endang.

Masyarakat Diminta Memahami Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah Kota Cimahi menyadari perubahan pola lalu lintas selama pembangunan Underpass Gatot Subroto berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

Namun, rekayasa lalu lintas tersebut merupakan langkah yang diperlukan agar proyek strategis tersebut dapat berjalan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Dishub Kota Cimahi pun mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif ketika melakukan perjalanan di sekitar kawasan proyek.

Pengendara juga diharapkan mengatur waktu perjalanan dan tidak memaksakan diri memasuki ruas jalan yang telah ditutup atau dialihkan.

Pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mengurai persoalan lalu lintas di kawasan tersebut.

Dengan persiapan rekayasa yang melibatkan Dishub, kepolisian, dan TNI, pemerintah berupaya memastikan proses pembangunan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan seminimal mungkin mengganggu aktivitas masyarakat. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600