BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Underpass Sriwijaya Cimahi Dicoret Brutal, Wajah Kota Jadi Kumuh: Pemkot Geram, CCTV Bakal Dipasang

977
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Maria Fitriana merasa prihatin dengan ulah-ulah vandalisme yang mencoret-coret tembok Underpas Sriwijaya yang membuat kumuh kota Cimahi

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Wajah Underpass Sriwijaya di Kota Cimahi, Jawa Barat, kini menuai sorotan. Jalur penghubung vital yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan itu berubah kumuh setelah dinding-dinding terowongan dipenuhi coretan liar dan aksi vandalisme yang merusak estetika kota.

Coretan berwarna-warni yang memenuhi hampir sebagian sisi dinding underpass membuat kawasan yang sebelumnya tampak bersih dan modern kini terlihat semrawut. 

Aksi tangan-tangan tak bertanggung jawab itu pun memicu reaksi keras dari masyarakat hingga Pemerintah Kota Cimahi.

Sejumlah pengendara mengaku prihatin melihat kondisi underpass yang dibangun menggunakan anggaran besar namun justru menjadi sasaran vandalisme.

Selain merusak pemandangan, aksi tersebut dinilai mencerminkan rendahnya kesadaran dalam menjaga fasilitas publik.

Nampak sekali tembok-tembok Underpas Sriwijaya yang dicorat-coret oleh tangan-tangan jahil seorang vandalisme

“Sayang sekali. Underpass ini kan dibangun untuk kepentingan masyarakat dan mempercantik kota, tapi malah dicoret-coret seperti itu. Jadinya terlihat kumuh dan tidak enak dipandang,” ujar Whisnu Sodikun (34), salah seorang pengendara yang rutin melintas di lokasi.

Menurutnya, aksi corat-coret liar bukan hanya persoalan estetika semata, melainkan juga bentuk perusakan terhadap aset milik pemerintah yang dibangun dari uang rakyat.

Underpass Sriwijaya sendiri merupakan salah satu akses strategis di Kota Cimahi yang menghubungkan kawasan Jalan Dustira menuju Jalan Sriwijaya hingga akses ke pusat kota.

Kehadiran underpass tersebut sebelumnya diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas sekaligus menjadi wajah baru penataan kawasan perkotaan.

Namun kondisi saat ini justru memunculkan kesan sebaliknya. Dinding underpass yang dipenuhi gambar dan tulisan liar membuat kawasan tersebut dinilai kehilangan nilai keindahan dan kenyamanan visual.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, mengaku prihatin sekaligus geram dengan aksi vandalisme yang terus berulang di lokasi tersebut. Ia menilai fasilitas umum seharusnya dijaga bersama, bukan malah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Ini tentu sangat disayangkan dan memalukan. Underpass yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama malah dirusak dengan aksi vandalisme,” kata Maria.

Maria mengungkapkan, pemerintah sebenarnya sudah beberapa kali melakukan pembersihan terhadap coretan di dinding underpass. Namun belum lama dibersihkan, aksi serupa kembali terjadi.

“Sudah berkali-kali dibersihkan, tapi muncul lagi coretan baru. Artinya memang perlu ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menjaga fasilitas publik,” ujarnya.

Fenomena vandalisme di ruang publik, menurut pengamat tata kota, bukan hanya terjadi di Cimahi. Namun jika tidak segera ditangani serius, kondisi tersebut dapat menurunkan citra kota serta memicu munculnya aksi serupa di titik-titik lain.

Karena itu, Pemkot Cimahi kini mulai mempertimbangkan langkah pengawasan lebih ketat, termasuk kemungkinan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan Underpass Sriwijaya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi efek jera sekaligus mempermudah identifikasi pelaku vandalisme yang selama ini sulit terdeteksi.

“Nanti akan dibahas bersama OPD terkait untuk langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pemasangan CCTV,” ucap Maria.

Masyarakat pun berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga memperkuat pengawasan dan edukasi kepada warga agar fasilitas umum yang telah dibangun dengan biaya besar dapat dijaga bersama.

Sebab bagi warga, Underpass Sriwijaya bukan sekadar jalur penghubung, melainkan bagian dari wajah Kota Cimahi yang seharusnya tetap bersih, tertata, dan membanggakan. (Bagdja)

Exit mobile version