BeritaInformatikaRagam Daerah

UPTD SDA Wilayah 5 Normalisasi Saluran Cikepuh di Sepatan, Kurangi Risiko Banjir Perumahan dan Sawah Warga

864
Foto Kiri : Rebo warga Sepatan Residen dilokasi mekanis normalisasi dan Pengerukan lumpur sedimentasi Cikepuh. Jumat (31/07/2026) Foto atas kanan Saluran sebelum dilakukan normalisasi dan pengerukan sedimentasi, Foto Bawah Kanan : setelah dilakukan pengerukan normalisasi sungai

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Upaya mengurangi risiko banjir di wilayah Kecamatan Sepatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Salah satunya dengan melakukan normalisasi dan pengerukan sedimentasi di Saluran Pembuang Cikepuh yang selama ini kerap meluap hingga menggenangi permukiman dan areal persawahan.

Kegiatan yang dilaksanakan UPTD SDA Wilayah 5 tersebut menyasar saluran yang melintasi Desa Kayu Agung dan Desa Kayu Bongkok. Selama bertahun-tahun, sedimentasi lumpur dan tumbuhan liar menyebabkan aliran air tidak lancar sehingga memicu banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 750 meter, dimulai dari Jembatan Ancol dengan durasi pekerjaan selama 12 hari menggunakan ekskavator amfibi PC-70. 

Pekerjaan diawasi langsung oleh Koordinator Wilayah Darto bersama Aji Sulaeman.

Kepala UPTD SDA Wilayah 5, Agung Rumedi, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan karena sedimentasi di Saluran Cikepuh sudah cukup parah dan menghambat aliran air dari hulu menuju hilir.

“Saluran Pembuang Cikepuh mengalami sedimentasi lumpur yang cukup tebal sehingga kapasitas tampung air berkurang. Kondisi ini menyebabkan air mudah meluap ke permukiman dan lahan pertanian,” ujar Agung.

Ia menambahkan, lebar saluran saat ini bervariasi, mulai dari 2 meter hingga 8 meter. Selain sedimentasi, banyaknya ilalang dan tumbuhan liar juga mempersempit badan saluran sehingga memperlambat arus air.

Menurut Agung, material hasil pengerukan dimanfaatkan sebagai tanggul di sisi kiri dan kanan saluran agar mampu menahan limpasan air ketika debit meningkat.

“Lumpur hasil pengerukan kami manfaatkan sebagai tanggul sehingga diharapkan dapat mengurangi potensi air meluap ke kawasan permukiman maupun areal persawahan,” jelasnya.

Salah seorang warga Perumahan Sepatan Residen, Rebo, mengaku selama ini kawasan tempat tinggalnya kerap terdampak luapan Saluran Cikepuh, meski tinggi genangan berbeda di setiap lokasi.

“Kalau saluran meluap, sebagian wilayah Perumahan Sepatan Residen ikut kebanjiran. Yang paling kasihan sebenarnya para petani karena sawah mereka sering terendam sehingga berpotensi gagal panen,” katanya.

Ia menyambut baik kegiatan normalisasi yang dilakukan DBMSDA karena membuat saluran menjadi lebih bersih, lebar, dan aliran air kembali lancar.

“Sebelumnya saluran dipenuhi rumput dan ilalang, bahkan badan sungainya menyempit. Sekarang kondisinya jauh lebih bersih dan rapi. Kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD SDA yang sudah melakukan normalisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sepatan, Aan Ansori, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan normalisasi yang dilakukan UPTD SDA Wilayah 5.

Menurutnya, Saluran Cikepuh memiliki peran penting sebagai saluran pembuang yang melintasi kawasan pertanian di Desa Kayu Agung dan Desa Kayu Bongkok.

“Kami sangat mendukung kegiatan normalisasi ini karena menjadi salah satu langkah nyata dalam penanganan banjir sekaligus melindungi lahan pertanian masyarakat agar tidak terus terdampak genangan,” pungkas Aan Ansori. (Dia).

Exit mobile version