BeritaPendidikanRagam Daerah

Wabup Intan Buka Sekolah Gender Angkatan III, Tekankan Penguatan Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga

516
Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, (tengah) membuka Sekolah Gender Angkatan III di Ruang Berlian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Rabu (04/03/26).

Kabupaten Tangerang Banten// secondnewsupdate.co.id- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka Sekolah Gender Angkatan III di Ruang Berlian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Rabu (04/03/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan mental dan ekonomi. 

Karena itu, ia mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam membangun pondasi keluarga yang kuat.

“Perempuan perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan keluarga, memahami kondisi ekonomi rumah tangga, serta membangun komunikasi yang sehat agar ketahanan keluarga tetap terjaga,” ujar Intan.

Dalam sambutannya, Wabup Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan mental dan ekonomi.

Ia juga menyoroti meningkatnya persoalan rumah tangga yang dipicu tekanan ekonomi, gaya hidup, hingga dampak negatif penyalahgunaan teknologi.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong perempuan sebagai kelompok rentan untuk lebih berani bersuara dan menjadi penggerak perubahan dalam mengatasi serta menanggulangi tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak, salah satunya melalui program Sekolah Gender.

“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari seberapa baik kita melindungi dan memberdayakan perempuan serta anak-anak,” tegasnya.

Selain itu, Wabup Intan menekankan pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari keluarga dan diperkuat sejak usia 3 hingga 5 tahun, karena masa tersebut merupakan fondasi utama dalam pembentukan sikap dan kepribadian anak.

Ia juga menegaskan bahwa Sekolah Gender merupakan ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas perempuan yang harus dimanfaatkan secara serius.

Program tersebut bukan forum politik, melainkan wadah pendidikan dan peningkatan wawasan guna membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan serta perlindungan perempuan dan anak.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap melalui Sekolah Gender akan lahir perempuan-perempuan tangguh dan berdaya, yang mampu memperkuat ketahanan keluarga serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

Para gender yang menghadiri acara tersebut mendengarkan sambutan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang Banten, Intan Nurul Hikmah

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menyampaikan bahwa Sekolah Gender bukan sekadar ruang pelatihan, melainkan ruang belajar bersama untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan.

“Sekolah Gender ini bukan sekadar ruang pelatihan, tetapi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani menyuarakan keadilan dan melindungi hak-hak perempuan serta anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kerap dipicu oleh persoalan ekonomi, kurangnya komunikasi, hingga penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, penguatan literasi sosial dan ketahanan keluarga menjadi langkah strategis untuk menekan angka kekerasan.

“Melalui Sekolah Gender, kami ingin membangun ekosistem sosial yang lebih adil dan setara, serta melahirkan perempuan-perempuan penggerak yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” tandasnya. (Diana)

Exit mobile version