Soreang//secondnewsupdate.co.id– Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan saat audiensi bersama jajaran PWI Kabupaten Bandung di ruang pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung, Soreang.
Ali Syakieb menegaskan bahwa wartawan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan demokrasi sekaligus menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.
“Wartawan adalah mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung. Kami membutuhkan peran wartawan sebagai penyeimbang demokrasi dan penyampai informasi yang benar terkait program kerja Pemkab Bandung. Semua program yang dijalankan semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Ali Syakieb. Rabu (7/1/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ali Syakieb yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi serta Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Sandi Apriatna, mengucapkan terima kasih kepada PWI Kabupaten Bandung atas kontribusinya dalam membantu penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ia berharap pola kerja sama antara Pemkab Bandung dan PWI dapat terus dimaksimalkan, sehingga setiap informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan disinformasi.
“Kita harus bersama-sama membangun Kabupaten Bandung. Informasi yang disampaikan harus jelas, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan hoaks di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pada audiensi tersebut, Ali Syakieb juga memaparkan sejumlah isu strategis yang tengah dihadapi Kabupaten Bandung, di antaranya permasalahan pengangguran, maraknya praktik bank emok, persoalan sampah, serta penanganan banjir.
Terkait pengangguran, Pemkab Bandung terus mendorong penciptaan lapangan kerja serta pengembangan wirausaha baru agar masyarakat lebih mandiri secara ekonomi.
Sementara untuk mengatasi bank emok, Pemkab Bandung menjalankan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan sebagai alternatif pembiayaan masyarakat.
“Untuk lepas dari bank emok, masyarakat harus didorong agar lebih mandiri secara ekonomi,” tuturnya.
Ali Syakieb juga menyinggung persoalan banjir yang dipengaruhi kondisi geografis Kabupaten Bandung.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan penanganan secara bertahap melalui berbagai program, baik dari Pemkab, pemerintah provinsi, maupun kolaborasi pentahelix.
“Solusi penanggulangan banjir di antaranya melalui pengerukan dan pelebaran aliran sungai serta penataan bantaran sungai,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D. Susana memaparkan sejumlah agenda kegiatan PWI Kabupaten Bandung tahun 2026, termasuk peringatan Hari Pers Nasional (HPN).
Meski puncak HPN nasional akan digelar di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026, PWI Kabupaten Bandung berencana mengisi momentum tersebut dengan diskusi publik.
“Diskusi tersebut akan membahas permasalahan strategis di Kabupaten Bandung dengan melibatkan tokoh masyarakat, eksekutif, dan legislatif,” ujarnya.
Selain itu, PWI Kabupaten Bandung juga merencanakan pelaksanaan rapat kerja serta Konferensi PWI Kabupaten Bandung pada November 2026.
Penasehat PWI Kabupaten Bandung, Didi Mainaki, menegaskan bahwa PWI siap menjadi mitra strategis Pemkab Bandung dan mengapresiasi peran Diskominfo yang selama ini aktif menyampaikan informasi pemerintahan kepada media.
“Kami siap menjadi jembatan informasi antara Pemkab Bandung dan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota PWI Kabupaten Bandung Rusyandi mengungkapkan rencana pelaksanaan sosialisasi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menyasar aparatur sipil negara (ASN).
“Dengan sosialisasi ini, diharapkan ASN dan wartawan memiliki pemahaman yang sama terkait etika jurnalistik,” pungkasnya. (Apih)
